Catatan Khotbah bundajo

Kekudusan yang Disempurnakan

pada Oktober 16, 2016

Pdt Hesky Rorong

2 Korintus 7: (1) Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.

Kekudusan diberikan Tuhan ketika kita percaya, sebagai bentuk penilaian Allah. Kekudusan ini harus kita jaga untuk disempurnakan. Penghalang kita untuk menjaga kekudusan adalah dosa.

Yesaya 59: 1) Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; (2) tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. 

Ada dua macam dosa:

1. Jasmani

Dosa yang kelihatan. Kita sering menekankan kesucian pada hal-hal jasmani, supaya orang puji.

2. Rohani

Kenajisan rohani, misalnya membenci, iri hati, dengki, akar pahit dan sakit hati.

Penekanan kita akan kekudusan harus dalam hal jasmani dan rohani. 

Imamat 19:  (5) Apabila kamu mempersembahkan korban keselamatan kepada TUHAN, kamu harus mempersembahkannya sedemikian, hingga TUHAN berkenan akan kamu.

Kita sempurnakan hal hal yang menodai kekudusan dari Tuhan dengan membuang dosa. Kita harus punya keinginan menjaga kekudusan itu, jangan sampai kenajisan rohani menghalangi kita dari janji-janji Allah.

Ibrani 12: (14) Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. (15) Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang. (16) Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. (17) Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.

Kenajisan rohani adalah kehidupan lama; karena itu kita harus mengupayakan pembaharuan terus menerus untuk hidup yang baru.

Efesus 4: (17) Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: