Catatan Khotbah bundajo

Kasih, Sukacita dan Kebenaran

pada Oktober 15, 2016

Pdt Joshua Tewu

Yohanes 15: 9) “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. (10) Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. (11) Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. (12) Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.

Kasih yang diminta oleh Yesus untuk kita lakukan adalah kasih yang telah Yesus demonstrasikan sendiri. Kasih ini yang menunjukkan kita adalah murid muridNya. Klimaks kasih Yesus adalaha pengorbananNya di kayu salib. Pengorbanan menghasilkan sukacita.

Sesungguhnya untuk mendapatkan sukacita yang sesungguhnya, harus ada kebenaran.

  • Hasil dari kebenaran adalah damai, ketenangan dan ketentraman selama lamanya

Yesaya 32: 17) Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya

  • Kebenaran harus dibeli; dalam arti ada harganya, yaitu pertobatan.

Amsal 23: 23) Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian

  • Kebenaran yang dihasilkan oleh hubungan yang intensif dengan Tuhan. Orang yang memiliki kebenaran adalah orang yang merdeka, bebas dari belenggu dosa dan kebiasaan buruk

Yohanes 8: (31) Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku (32) dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu

  • Kebenaran akan terlihat dalam damai dan sukacita oleh Roh Kudus. Kalau dalam keluarga ada kebenaran, maka akan ada damai dan sukacita dalam keluarga itu.

Roma 14: (17) Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus

Kasih, yang Kristus mau kita lakukan (perintah) harus terlihat. Kasih tidak bisa dilakukan tanpa kita memahami apa kasih. Alkitab tidak mencatat definisi kasih, tetapi mencatat ingredient nya:

1 Korintus 13: 4) Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. (5) Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. (6) Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. (7) Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. (8) Kasih tidak berkesudahan; 

Mari kita melakukan perintah Tuhan untuk mengasihi.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: