Catatan Khotbah bundajo

What Does Healthy Family Look Like?

pada Oktober 2, 2016

Dr Jim Burns

JPCC

Alkitab menuliskan bahwa kita mewarisi dosa generasi sebelum hingga tiga-empat generasi setelahnya (Keluaran 34: 7 yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat). 

Kita harus memutuskan “warisan tersebut” dengan memutuskan untuk generasi transisi. Kita mau menjadi orang yang akan memulihkan (recover) dan tidak mengulangi (repeat) kesalahan masa lalu. Sebagai pasangan suami istri, kita bisa datang dari keluarga yang tidak sempurna. Namun komitmen untuk menjadi generasi transisi memampukan kita menjadi keluarga yang sehat dan berkenan di hadapan Allah. Yesus begitu mengasihi keluarga dan anak anak.

Markus 10: (13) Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. (14) Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. (15) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.” (16) Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.

Panggilan menjadi orang tua adalah sesuatu yang luar biasa. Waktu kita menyambut anak-anak kita sedang menyambut Tuhan. Bukan berarti anak adalah Tuhan, namun mereka sangat penting.

Apalagi yang membuat Yesus marah? Apabila ada yang menyesatkan anak anak.

Markus 9: (42) “Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.

Tiga hal sederhana untuk memahami keluarga yang sehat:

1. (Ayat 14) kita memberkati anak-anak dengan keberadaan.  Children regard your very presence as a sign of caring and connectedness. Dahsyatnya keberadaan orang tua kepada anak

2. (Ayat 16) Yesus memberkati anak dengan menunjukkan kasih sayang. Affection matters. Kasih sayang sangat penting. Kalau anak anak tidak mendapatkan kasih sayang di rumah mereka akan mencari kasih sayang yang tidak benar.

3. Markus 9:42 Anak anak kita adalah berkat dari surga. Kita memberkati anak anak dengan memberikan investasi pertumbuhan rohani. Bless them with spiritual deposits. Orang tua adalah perwakilan Kristus.

Tuhan mengasihi keluarga. Kita bisa memilih apakah mau menghadirkan Tuhan dalam keluarga.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: