Catatan Khotbah bundajo

Orang Percaya yang Berbuah Kebenaran

pada Oktober 2, 2016

GPdI Bethesda

Pdt Ruth Kalalo

Markus 11:12-14

12) Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. (13) Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. (14) Maka kata-Nya kepada pohon itu: “Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!” Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya.

Tuhan rindu dan ingin melihat, menikmati buah dari orang percaya. Orang percaya seperti halnya pohon ara itu, terlihat bagus dan rimbun, namun Yesus masuk ke dalam hati melihat apakah anaknya berbuah kebenaran. Kalau orang lain lihat dari luar kelihatannya luar biasa, tetapi apakah Tuhan menyelidiki hati manusia.

Yeremia 17: (10) Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.”

Orang percaya jangan hanya berdaun hijau, namun benar benar kita bisa menghasilkan buah kebenaran dan jadi berkat.

Pohon ara tersebut memang bukan dalam musim buah, artinya seolah wajar tidak ditemukan buah. Justru Tuhan tidak ingin anak Tuhan bukan musiman; hanya pada masa masa tertentu saja berbuah.

Mengapa orang percaya tidak mampu berbuah?

1. Hatinya menjauh dari Tuhan

Yesaya 29: 13) Dan Tuhan telah berfirman: “Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan

Sampai kapanpun, kalau hati kita tidak sungguh-sungguh melekat kepada Tuhan, kita tidak akan pernah berbuah. Hati yang tulus yang Tuhan cari.

2. Keras hati

Yeremia 17: 9) Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?

Sikap orang keras hati tidak mau ditegur dan tidak mau dinasehati, cepat tersinggung.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: