Catatan Khotbah bundajo

Sikap Hati Yosafat

pada Juli 17, 2016

2 Tawarikh 20: 1) Setelah itu bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat bersama-sama sepasukan orang Meunim. (2) Datanglah orang memberitahukan Yosafat: “Suatu laskar yang besar datang dari seberang Laut Asin, dari Edom, menyerang tuanku. Sekarang mereka di Hazezon-Tamar,” yakni En-Gedi.

Yosafat sebagai Raja bangsa Yehuda punya harapan yang besar atas bangsa yang ia pimpin. Namun ia dihadapkan dalam situasi yang dalam kacamata manusia sulit.

Sikap yang dimiliki oleh Yosafat:

1. Mencari petunjuk dari Tuhan 

3) Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa.

Dalam kondisi sulit apakah kita mau mencari petunjuk Tuhan? Seringkali kita terjebak malah mencari petunjuk dari pihak pihak yang tidak berkenan dari Allah. Secara logika, ia masih punya pasukan, bisa saja ia langsung mengerahkan pasukannya untuk menghadang musuh. Mengapa ia tidak lakukan? Karena sikap hatinya tertuju pada Tuhan sehingga kekuatan apapun yang ia miliki tetap mengandalkan Tuhan. Tindakan nyatanya, melibatkan puasa, melibatkan keluarga dan bangsa. Kalau kita punya masalah, jangan hadapi sendiri. 

2. Mata yang tertuju pada Tuhan

12) Ya Allah kami, tidakkah Engkau akan menghukum mereka? Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu 

Jangan karena hal sepele mata kita beralih pada yang lain. 

3. Berlutut dan menyembah Tuhan

(18) Lalu berlututlah Yosafat dengan mukanya ke tanah. Seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalempun sujud di hadapan TUHAN dan menyembah kepada-Nya

Berlutut adalah tanda kerendahhatian di hadapan Tuhan. Yosafat menyadari ia tidak mampu menghadapi laskar yang besar, ia membutuhkan Tuhan. Dalam persoalan mari merendahkan hati di hadapan Tuhan.

4. Memuji Tuhan

21) Setelah ia berunding dengan rakyat, ia mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk TUHAN dan memuji TUHAN dalam pakaian kudus yang semarak pada waktu mereka keluar di muka orang-orang bersenjata, sambil berkata: “Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi TUHAN, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!”

Ada kuasa dalam puji pujian dan Tuhan meletakkan kuasa itu dalam mulut kita.

Manusia merancangkan yang jahat tetapi Tuhan merancangkan yang baik.

(22) Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat Tuhanlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah. (23) Lalu bani Amon dan Moab berdiri menentang penduduk pegunungan Seir hendak menumpas dan memunahkan mereka. Segera sesudah mereka membinasakan penduduk Seir, mereka saling bunuh-membunuh. (24) Ketika orang Yehuda tiba di tempat peninjauan di padang gurun, mereka menengok ke tempat laskar itu. Tampaklah semua telah menjadi bangkai berhantaran di tanah, tidak ada yang terluput. (25) Lalu Yosafat dan orang-orangnya turun untuk menjarah barang-barang mereka. Mereka menemukan banyak ternak, harta milik, pakaian dan barang-barang berharga. Yang mereka rampas itu lebih banyak dari pada yang dapat dibawa. Tiga hari lamanya mereka menjarah barang-barang itu, karena begitu banyaknya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: