Catatan Khotbah bundajo

Ketenangan

pada September 6, 2015

GPdI Bethesda

Pdt Hesky Rorong

Mazmur (62-2) Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.

Ketenangan adalah senjata menghadapi segala sesuatu. 

Daud berada dalam situasi perang dan kesulitan yang besar, dalam urapan Allah ia mengatakan hal ini – bahwa hanya dengan Allah jiwanya tenang.

Mazmur (60-3) Ya Allah, Engkau telah membuang kami, menembus pertahanan kami; Engkau telah murka; pulihkanlah kami! (4) Engkau telah menggoncangkan bumi dan membelahnya; perbaikilah retak-retaknya, sebab bumi telah goyang. (5) Engkau telah membuat umat-Mu mengalami penderitaan yang berat, Engkau telah memberi kami minum anggur yang memusingkan.

Dalam kesusahan Daud merasa dibuang. Ini bukan faktor dari luar tetapi dari dalam, “perasaan”. Ketidaktenangan sering sumbernya dari dalam diri sendiri.

Ketenangan adalah keyakinan bahwa Allah sanggup menolong.

Janji Allah: Ibrani 13:5b Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” 

Dalam ketenangan kita bisa kendalikan pikiran, perkataan dan sikap dalam menghadapi segala sesuatu. Orang yang tenang mengeluarkan bahasa dengan bijak.

1 Petrus 4: 7) Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

(tambahan penulis: dalam bahasa Inggris, ayat ini berkata: But the end of all things is at hand: be ye therefore sober, and watch unto prayer. Sober biasanya dikaitkan dengan kondisi tidak mabuk, tetapi dalam kamus dijelaskan, “sober” adalah “A state in which you are not under the influence of any intoxicating substance”. Pemahaman penulis berarti ketenangan adalah kondisi dimana kita bebas dari pengaruh kondisi yang menjadi “racun” dalam hidup kita seperti ketakutan, kecemasan)

Mazmur 84:(10)  Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.

Untuk mendapakan ketenangan dari Tuhan:

1. Dekat dengan Tuhan

2. Berserah

3. Berada dalam kebenaran

Yesaya 32: (17) Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

Mari miliki ketenangan dari Tuhan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: