Catatan Khotbah bundajo

Gereja Tuhan yang Dewasa

pada November 9, 2014

9 November 2014
GPdI Bethesda

Efesus 4:13  sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,

Kitab Wahyu menyebut Kristus sebagai mempelai pria akan menikah dengan gereja yang dewasa. Untuk menjadi dewasa ada prosesnya. Lamanya menjadi orang percaya bahkan pendeta, tidak menjadi ukuran kedewasaan gereja. Proses ini tidak enak ( Amsal 27:17; Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya).

Proses awalnya adalah miliki perjumpaan pribadi dengan Tuhan, sehingga kita akan diubahkan.
2 Korintus 5:17; Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Lewat proses/ gesekan akan terlihat mana yang bertahan dan hidup menjadi gereja yang aktif terus setia melayani Tuhan.
Wahyu 3:1; “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis:Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!

Gereja yang dewasa, hidup dalam persatuan.
Ibrani 13:1; Peliharalah kasih persaudaraan!
Mazmur 133:1-3 Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!
Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.
Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

Gereja yang dewasa, berakar, bertumbuh dan berbuah. Bagaimana akan bertumbuh dan berbuah kalau tidak berakar?
Kolose 2:6-7; Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.
Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Gereja yang dewasa memiliki keteguhan hati, berkomitmen untuk hidup dalam kehendak Allah
Daniel 1:8-9; Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.
Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu;

Gereja yang dewasa mau memberkati
Galatia 6:9-10  Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.
Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

Mari kita memasuki proses menjadi gereja yang dewasa.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: