Catatan Khotbah bundajo

Iman yang Efektif

pada Mei 11, 2014

11 Mei 2014
GPdI Bethesda
Pdt Jemmy Maki

Ibrani 10:35-39  Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya.
Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.
“Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya.
Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.”
Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.

Warisan yang paling berharga bagi umat Tuhan untuk diberikan kepada generasi selanjutnya adakah iman.
Lukas 18:8  Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?”

4 dimensi orang yang hidup dalam iman:
1. Ikut Tuhan dengan setia
2. Melangkah dengan percaya dan berharap pada Tuhan
3. Andalkan Tuhan dalam seluruh perjalanan hidup
4. Nantikan Tuhan berkarya indah pada waktuNya

4 prinsip iman yang efektif:

1. Iman harus disertai tindakan
Abraham percaya Tuhan sanggup melakukan apa yang dijanjikan, maka ia bertindak melangkah keluar dari tanah kelahirannya.
Seorang wanita yang sakit pendarahan bertahun tahun. Ketika ia mendengar Yesus sanggup menyembuhkan, ia bertindak, berusaha menjumpai Yesus. Ia menerobos orang banyak dan halangan. Bertindak sambil berkata asal kujamah saja jubah Yesus pasti aku sembuh.

Roma 8:28  Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
Ada Yesus penolong dan kekuatan, kita tidak sendiri. Bertindak dengan iman, kita akan melihat perkara perkara besar.

2. Iman dengan kesehatian
Filipi 1:27  Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil,

Orang lumpuh disembuhkan Yesus karena Ia melihat empat orang yang sehati mengangkat orang lumpuh.

3. Iman yang disertai pengorbanan

Matius 15:26-28  Tetapi Yesus menjawab: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”
Kata perempuan itu: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.”
Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Yesus tidak merespon perempuan Kanaan ini. Murid murid malah mengusir. Ia maju terus walaupun perasaan dan harga dirinya harus dikorbankan. Ketika kita rela mengorbankan apapun, kemuliaan Tuhan dinyatakan.

4. Iman yang disertai kerendahan hati
Lukas 7:6-10  Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku;
sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”
Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!”
Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.

Perwira ini menghargai hambanya makanya ketika hambanya sakit ia minta pertolongan Yesus. Perwira ini menanggung biaya pembangunan rumah ibadah, tetapi ia tidak sombong. Kerendahan hatinya, Yesus menjawab kebutuhannya.
Semua karena anugerah Tuhan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: