Catatan Khotbah bundajo

Korban Sajian

pada Desember 2, 2012

2 Des 2012
GPdI Bethesda
Pdt Hesky Rorong

Imamat 2:1-2
Orang Israel memiliki kebiasaan membawa upeti, sebagai tanda kesetiaan.

1 Raja-raja 4:21  Maka Salomo berkuasa atas segala kerajaan mulai dari sungai Efrat sampai negeri orang Filistin dan sampai ke tapal batas Mesir. Mereka menyampaikan upeti dan tetap takluk kepada Salomo seumur hidupnya.

Bangsa kafir pun memberi pemberian untuk menjalin hubungan dan tanda penghormatan
2 Raja-raja 20:12  Pada waktu itu Merodakh-Baladan bin Baladan, raja Babel, menyuruh orang membawa surat dan pemberian kepada Hizkia, sebab telah didengarnya bahwa Hizkia sakit tadinya.

Itu adalah apa yang dilakukan untuk raja-raja di dunia, bagaimana dengan kita?

Allah itu baik, bangunlah kesetiaan dengan Allah? Allah tidak pernah meminta yang kita tidak mampu berikan.

Jaman imamat, mereka membawa korban sajian/persembahan. Allah mendidik orang Israel yang keras tengkuk untuk menjadi setia, dengan korban persembahan untuk membangun hubungan intim dengan Tuhan. Kita mungkin tidak punya harta, tapi kita punya tubuh, jiwa dan roh.
Korban tidak selalu identik dengan materi.

Imamat 2:1  “Apabila seseorang hendak mempersembahkan persembahan berupa korban sajian kepada TUHAN, hendaklah persembahannya itu tepung yang terbaik dan ia harus menuangkan minyak serta membubuhkan kemenyan ke atasnya.

Untuk membangun hubungan intim yang menyenangkan hati Tuhan, persembahan yang kita berikan harus yang terbaik. Pujian penyembahan juga harus yang terbaik.

Setiap pujian yang dinaikkan berfokus dan berbau harum di hadapan Tuhan.

Selain tepung terbaik, Tuhan mengajarkan persembahannya diberikan minyal zaitun, sebagai minyak terbaik.

Roma 12:1  Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Ibadah sejati, yang benar, yang diurapi adalah ketika kita mempersembahkan tubuh sebagai persembahan hidup.

Imamat 2:2  Lalu korban itu harus dibawanya kepada anak-anak Harun, imam-imam itu. Setelah diambil dari korban itu tepung segenggam dengan minyak beserta seluruh kemenyannya, maka imam haruslah membakar semuanya itu di atas mezbah sebagai bagian ingat-ingatan korban itu, sebagai korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN.

Allah mendidik orang Israel membawa persembahan itu kepada para imam, yang bicara pengembalaan. Mari lakukan segala sesuatu untuk kemuliaan Tuhan, yang terbaik.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: