Catatan Khotbah bundajo

Menabur untuk Kemuliaan Tuhan

pada September 2, 2012

2 September 2012
GPdI Bethesda
Pdt Hesky Rorong

2 Korintus 9:10  Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;

Tuhan memberikan ayat ini kepada Paulus untuk disampaikan kepada jemaat Korintus. Kelebihan Korintus adalah jemaat yang suka membantu sesama, termasuk ke Yerusalem (ayat 2 dan 5; menjadi panutan dalam hal memberi).
Memberi jangan dengan terpaksa tapi sukarela agar Tuhan berkenan (ayat 6-8).

Yang menabur banyak akan menuai banyak (ayat 9).

Seorang petani menyisihkan hasil panennya disimpan menjadi benih. Petani tidak akan mendapat apa-apa kalau tidak menabur. Sama dengan kita, untuk mendapat berkat kita harus menabur yang baik. Menabur membutuhkan waktu, tenaga dan pikiran (kualitas hidup) dan benih yang baik. Kita adalah penabur.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menabur:
1. Mengerti musim tanam
Kejadian 8:22  Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.”
Tuhan memberi kesempatan untuk melihat dan memperhatikan keadaan sekitar sehingga taburannya pas, apa yang harus ditabur. Misalnya dalam kesusahan orang lain, tabur ketenangan dan kekuatan dari Firman Tuhan. Dalam amarah orang lain, tabur damai sejahtera jangan di”kompori”. Allah akan beri benih yang baik.

2. Memilih tanah yang subur
Kalau kita sudah punya benih unggul, tau kapan harus menabur, tapi bila tidak ditanam ditanah yang baik, hasilnya tidak maksimal.
Markus 4:8  Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat.”

Ada 4 tanah dalam pasal 4 di Markus itu (ayat 14-20):
A. Di pinggir jalan – terima Firman tapi sambil lalu sehingga iblis mengambilnya
B. Tanah berbatu – terima Firman dengan gembira tapi tidak berakar sehingga kalau datang penindasan karena FT mereka murtad. Tanah berbatu bicara hati yang keras
C. Tanah penuh semak berduri – terima Firman tetapi terhimpit kekhawatiran dan tipu daya dunia sehingga tidak berbuah
D. Tanah yang baik
Markus 4:20  Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.”
Semua ini adalah sebuah proses. Mari kita pilih yang baik.

3. Menuai hasil berlipat kali ganda
Kejadian 26:12  Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN.
Ishak berada di tengah orang Filistin, yang tidak suka dengan Allah. Ishak tetap mengandalkan Tuhan. Ketika Ishak diberkati, orang Filistin tidak suka sehingga terjadi pertengkaran. Ketika kita dekat dengan Tuhan tidak perlu khawatir karena Tuhan membela.

Galatia 6:7  Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.

Jangan sampai kita tersesat. Kalau kita menabur yang baik, kita akan menabur yang baik untuk kemuliaan Tuhan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: