Catatan Khotbah bundajo

Ketaatan untuk Mendengar Suara Tuhan

pada Juni 3, 2012

Minggu 3 Juni 2012
Pdt Hesky Rorong
1 Sam 15: 22-23

(22) Tetapi jawab Samuel: “Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.

(23) Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja.”

Ketika Musa meninggal, Yosua diutus menggantikan. Ketika Yosua mati, kehidupan Israel kembali kepada yang jahat sehingga Tuhan menunjuk imam-imam, salah satunya Otniel (Raja-Raja 3). Imam dengan Yosua berbeda kepemimpinan dan Israel memohon supaya ada pemimpin/raja (1 Sam 8:22)

Pada 1 Sam 9, Saul dilantik dan dipenuhi kuasa Allah sebagai Raja. Tuhan angkat dia menjadi sesuatu yang luar biasa. Ketika Roh Kudus masuk ke dalam Saul maka ia mendapatkan kuasa Tuhan (1 Sam 10:6)

Maka Saul sukses dan diberkati Tuhan. Ketika ia berhadapan dengan orang Amalek, Tuhan memerintahkan ia untuk membunuh semua orang Amalek (1 Sam 15:3). Maka berangkatlah Saul berperang dan menang (1 Sam 15:8). Ketika ia menang, ia jadi besar, ia tidak lagi patuh kepada Tuhan tapi kepada kehendak dirinya sendiri (1 Sam 15:9). Saul diperhadapkan dengan pilihan.

Ketika umat Allah tidak lagi mendengarkan Firman Tuhan maka akan menjadi musuh Allah (1Sam 15:23)

Penghambat paling besar dalam mentaati Firman Allah adalah kedagingan. Oleh sebab itu Yohanes Pembabtis berkata biar aku berkurang dan Ia bertambah. Aku yang dimaksud adalah kedagingan. Kedagingan selalu memberontak dan menjadi penghambat terbesar, bukan karir, orang lain atau situasi. Kedagingan susah diatur karena menyangkut pribadi.

Harga ketidaktaatan sangat mahal, seperti apa yang dialami Saul, Allah menolaknya menjadi raja (1Sam 15:23b). Contoh lain adalah Samson (Raja-Raja 16).

Mari kita minta Roh ketaatan agar kita tetap kuat. Hanya dengan kasih mula-mula kita bisa belajar taat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: