Catatan Khotbah bundajo

Memasuki Minggu Sengsara – Perkataan Tuhan Mengandung Kuasa

pada April 1, 2012

1 April 2012
Pdt Hesky Rorong
Lukas 19: 28-44

Jauh sebelum Lukas menulis, peristiwa Yesus masuk Yerusalem dengan keledai dan orang menyambutNya sudah dinubuatkan nabi Zakaria dalam Zakaria 9:9.

Yesus membawa kemenangan, keselamatan, kelemahlembutan, penuh kerendahan hati.

Ini yang harus kita teladani dari Yesus.

Lukas 19: 28-31 – Allah tahu apa yang akan terjadi di hari esok. Kadang kita tidak melihat mujizat Allah karena kita ragu. Murid- Yesus yang diutus tidak mempertanyakan apakah benar ada keledai, mereka yakin dan pergi. Kalau murid-murid ada yang menghalangi, Yesus sudah menyiapkan jawaban. Ketika Yesus mengutus kita maka Ia-pun menyiapkan jawaban bagi kita.

Ketika kita mengaminkan perkataan Tuhan, Ia pasti buka jalan.

Ayat 32-34: dua orang murid tidak hanya mendengar, namun melakukan. Mereka tidak akan mengalami kuasa kebenaran perkataan Tuhan apabila mereka tidak bertindak.

Matius 8; 23-27
Yesus menenangkan air ribut.
Murid-murid Yesus sudah terbiasa melaut, namun ditengah badai mereka ketakutan, mungkin stress. Ketika mereka takut, fokus mereka tidak lagi pada Tuhan. Banyak orang, sudah lama bersama Tuhan, namun tidak percaya pada Perkataan Tuhan.

Mari kita mempersiapkan diri suatu waktu ada gelombang yang membuat kita ketakutan. Kalau kita beriman, kita tidak usah takut.

Ayat 35: dua orang ini berhasil melakukan kehendak Tuhan karena campur tangan Tuhan. Kita tidak akan berhasil melakukan kehendak Tuhan tanpa campur tangan Tuhan

Ayat 36:40 – Yesus mengendarai keledai yang Ia kehendaki. Mereka bersorak karena sudah mengalami pertolongan Tuhan. Ada yang tidak suka dengan pujian dan penyembahan kita kepada Tuhan.
Orang Farisi dari kelompok beragama dan mereka menghalangi anak Tuhan memuliakan Tuhan. Iblis tidak suka kita memuliakan dan melakukan kehendak Tuhan.

Ayat 41-44: Yesus sedih karena Jerusalem menolak Ia yang membawa damai sejahtera dan keselamatan. Yesus tahu ketika Yerusalem menolakNya maka akan hancur. Mata rohani Yerusalem telah tertutup. Sebelum terjadi himpitan di Yerusalem, Yesus tahu, dan karenanya Ia menangis. Apakah kita pernah menangis untuk jiwa-jiwa yang belum diselamatkan?

Kita tidak tahu apa yang akan terjadi hari esok. Maka, mari mendekat kepada Yesus. Bersama dengan Yesus, Ia akan berikan kita damai sejahtera.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: