Catatan Khotbah bundajo

Hidup oleh Iman, bukan Karena Penglihatan

pada Maret 18, 2012

18 Maret
2 Kor 5: 7
Pdt Harianca

Melihat yang tidak kelihatan, yang terjangkau mata jasmani, adalah iman. Iman berdasarkan keyakinan yang bersumber dari kebenaran Firman Tuhan.

Yang keliatan adalah sementara (fana) dan yang tidak kelihatan adalah kekal.

Simson, waktu bisa melihat malah tergoda oleh Delila, justru setelah buta dia dapat melihat Tuhan yang Maha Kuasa.

Apakah setelah sekian lama menjadi orang Kristen penglihatan rohani kita makin tajam atau kabur?

Mengapa harus dengan mata iman dan bukan dengan penglihatan?

1. Yakobus 4:13-14
(Ayat 14b) sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok.

Bukan perarti perencanaan tidak penting atau salah, namun Firman Tuhan tegas berkata kita tidak tahu apa yang akan terjadi hari esok. Yang kita tahu, hari esok ada di dalam pengetahuan dan kuasa Tuhan.

Yesus menjamin akan beserta kita sampai pada kesudahan jaman.
Sebenarnya Tuhan berkata percayakan hidup kita kepada Tuhan.
Amsal 3: 5-6
(Ayat 5) Percaya keyakinan di dalam hati
(Ayat 6) Percaya yang dilakukan/tindakan

Percaya dalam hati, harus diselaraskan dengan tindakan.
Pengakuan iman yang Tuhan kehendaki adalah dalam tindakan.

Tuhan sanggup meluruskan jalan kitat.
Maz 143:10
Roh Tuhan yang baik akan menuntun kita di jalan yang rata. Kuncinya adalah melakukan kehendak Tuhan.

2. Karena hidup adalah kehendak dan kemurahan Tuhan

Ratapan 3:21-26
Kemurahan Tuhan selalu baru setiap hari.
Karena itu andalkan Tuhan setiap hari. Persekutuan dengan Tuhan harus dibangun setiap hari.

Maz 147: 10-11
Tuhan senang kepada orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap pada kemurahan, kasih setia dan kebaikanNya. Jadikanlah Tuhan senang kepada kita.

Ulangan 6:1-6
Supaya seumur hidupmu, engkau dan anak cucumu takut akan Tuhan.
Walaupun Tuhan akan meratakan jalan kita, terkadang Tuhan ijinkan kita melalui proses. “Rata”nya Tuhan seberat apaun tantangan yang kita hadapi, Tuhan loloskan

Perbedaan Lot dan Abraham
Sama-sama keluar dari Urkasdim. Ambraham atas panggilan Tuhan, Lot kerena ikut-ikutan. Dalam perjalanan waktu, sama-sama diberkati Tuhan.
Ketika ada potensi hamba-hamba mereka bertengkar:
– Abraham mencari damai, menghindari pertikaian
– Abraham memberikan kesempatan Lot untuk memilih

Ini bukan sekedar etika, Abraham memahami kehendak Allah.

Lot melihat, sepertinya tanah Tuhan, dan ia memilih Sodom dan Gomora.

Abraham akhirnya mendapatkan gunung-gunung. Sepertinya tidak subur. Namun ia berharap kasih setia Tuhan, Tuhan akhirnya menggenapi janji Tuhan.

Perjalan dengan iman, bukan hanya penglihatan dan apa yang dapat kita lihat, yang mungkin berbeda dari apa yang kita inginkan, namun dibalik itu ada berkat yang Tuhan sediakan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: