Catatan Khotbah bundajo

Berpikir Positif

pada Maret 4, 2012

Pdt Hesky Rorong
Minggu 4 Maret 2012
Yakobus 1:1-4

Kalau bicara tentang berpikir positif dalam keadaan baik, masuk akal. Namun kalau dalam pencobaan, apakah tetap berpikir positif?

Surat ini ditujukan kepada orang Yahudi di luar Yerusalem, yang sedang merantau (12 suku).

Merantau, perginya mereka karena kemauan sendiri untuk memperbaiki posisi hidup. Contohnya Naomi dan Elimelek.

Dalam sejarahnya penawanan dan perantauan, orang Yahudi, panjang dan penuh lika liku penderitaan sejak abad 8. Maka mereka perlu penghiburan.

Ayat 1: ada kata “hamba”, hamba memiliki makna kerendahan hati dan identitas Yakobus sebagai seorang yang dipercaya oleh Kristus, untuk melayani dan menulis surat kepada 12 suku ini. Kaitan kita sebagai anak Tuhan, kita dipanggil untuk melibatkan diri dalam pelayanan, seberapa kecil itu. Kita dipercaya oleh Kristus untu memiliki karakter rendah hati, karena salah satu sikap Allah adalah rendah hati. (Filipi 2: 5-8)

Kesombongan bisa menghambat kita masuk dalam Kerajaan Allah.

Di mata Yakobus, perjalanan orang Kristen akan menghadapi berbagai cobaan dan godaan, tidak mulus.

Ketika pencobaan dan godaan datang kepada orang yang diperantauan:

Ayat 2: saudara-saudara anggaplah suatu kebahagiaan apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan.
Pencobaan juga ada karakter. Yakobus mengajak mereka menggunakan pikiran positif dalam pencobaan.

Benar pencobaan adalah pengalaman yang tidak enak. Ada orang Kristen yang mudah/cepatn ambil keputusan dalam pencobaan, mis. ke dukun, jalan alternatif.

Untuk mengatasi pencobaan jangan terjebak cari alternatif, karena merasa tidak ada jalan.

1 Sam 28: 7-8, tentang ketika Saul ada masalah, ia meminta bertemu dengan perempuan yang bisa memanggil arwah. Seorang raja yang diurapi Allah mendapat cobaan namun membuat keputusan yang tidak disukai Allah.

Ini dapat menjatuhkan iman orang percaya. Hati-hati, kita tidak mau seperti itu.

Jika seorang mempunyai sikap yang positif, cobaan itu akan melahirkan sesuatu yang dimata Tuhan sangat terpuji.

Mari kita belajar memikirkan yang positif.

Ayat 3: sebab kamu tahu bahwa ujian terhadap imanmu menghasilkan ketekunan.

Jangan membesar-besarkan ujian itu. Berbahagialah. Ketika diuji, hasilnya adalah ketekunan atau ketahanan mental. Bagaimana kalau tahu tahan kalau belum diuji. Makanya jangan melihat ujian dari segi negatif, namun suatu alat untuk menguji, membentuk menjadi anak Tuhan yang militan dan kuat.

Ibrani 11:1 – iman adalah dasar apa yang kita harapkan. iman yang tahan uji.

Selama Allah memberi kesempatan hidup di bumi ini, mari kita bangun iman yang tahan uji dengan berpikiran positif.

Ayat 4: dan biarkan ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna, utuh dan tidak kekurangan suatu apapun.
Biarlah ketekunan itu bekerja dengan sempurna. Seorang petani ketika ia menanam tidak langsung berbuah, dan kalau mau menikmati buah ia harus tekun.

Untuk mendapatkan buah yang matang perlu proses. Ia mau supaya kita tekun. Ketekunan yang sejati hanya datang dari Tuhan. Ujian bukan hal yang menakutkan.

Lukas 6:44-45
Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya.
Untuk melihat seseorang baik, dari buahnya; perbuatan, perilaku.

“Sempurna dan utuh”: menegaskan betapa pentingnya sempurna, menjadi paling baik.
Mari berpikiran positif karena akan menolong kita mendapat buah yang matang dan sempurna, yakni kedewasaan karakter jasmani dan rohani dalam hal mengiring Tuhan.

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: