Catatan Khotbah bundajo

Pelita

Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku
(Mazmur 119:105)
Tinggalkan komentar »

Membangun Rumah Tangga

GBI Danau Bogor Raya

Pdm 

Amsal 24: (3) Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan, (4) dan dengan pengertian kamar-kamar diisi dengan bermacam-macam harta benda yang berharga dan menarik. (5) Orang yang bijak lebih berwibawa dari pada orang kuat, juga orang yang berpengetahuan dari pada orang yang tegap kuat

Rumah tangga yang mau bertahan

  • Hikmat 
  • Kepandaian (skill)
  • Pengertian
  • Kebijaksanaan

Rumah tidak didirikan dengan cinta; namun bukan berarti cinta dan kasih tidak penting dalam membangun rumah tangga. Alkitab sendiri mencatat jenis jenis kasih, dan yang terbesar di antaranya adalah kasih Agape. Kasih Agape bukan karena perasaan tetapi keputusan dalam kebenaran. Itulah dasar kasih Tuhan. Ini petunjuk bagaimana kita mengasihi pasangan.

Malaekhi 2: 14) Dan kamu bertanya: “Oleh karena apa?” Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu. (15) Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya. (16) Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!

Tinggalkan komentar »

Yesus Menangisi Yerusalem

Ibadah Hari Pentakosta

Pdt Hesky Rorong

Lukas 19: 41) Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya

Dalam berbagai kesempatan dalam menghadapi kesulitan dan pencobaan Yesus tidak pernah menangis. Namun, sebelum Ia disalibkan, justru ia menangis. Apa yang membuat Yesus menangis karena Yerusalem?

1. Rumah Doa berubah fungsi

Lukas 19: (46) kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.

  • Mengubah waktu Tuhan untuk kepentingan sendiri.
  • Mencari keuntungan sendiri
  • Sifat pasar yang dibawa ke rumah Allah
  • Sarang penyamun

1 Korintus 3: 16) Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu

1 Korintus 3: 17) Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu

Mari kita lebih menghargai hadirat Allah.

2. Rumah doa tidak ada doa

Doa adalah nafas kehidupan rohani kita.

Matius 21: (12) Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati

Setelah Yesus membersihkan Rumah Allah, hadir mujizat.

Matius 21: 14) Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya. 

Tinggalkan komentar »

Tuhan adalah Piala Orang Percaya

Pdt Lidia Robot

Mazmur 116: (12) Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku? (13) Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama TUHAN, (14) akan membayar nazarku kepada TUHAN di depan seluruh umat-Nya.

Mazmur 16: (5) Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.

Daud men

1. Piala identik dengan kemenangan

Dalam segala hal keberhasilan adalah bentuk kemenangan dari Tuhan. Daud menyadari bahwa kemenangan yang ia alami adalah karena Tuhan.

Mazmur 20: -7) Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.

2. Piala identik dengan kebanggan

Piala tidak diletakkan di gudang, pasti diletakkan dimana orang lain bisa melihat piala itu. Jadikan tidak ada kebanggaan lebih besar selain dari memiliki Tuhan.

Mazmur 20: 8) Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita.

3. Piala identik dengan sesuatu yang berharga

Kejadian 44: 9) Pada siapa dari hamba-hambamu ini kedapatan piala itu, biarlah ia mati, juga kami ini akan menjadi budak tuanku.” (10) Sesudah itu berkatalah ia: “Ya, usulmu itu baik; tetapi pada siapa kedapatan piala itu, hanya dialah yang akan menjadi budakku dan kamu yang lain itu akan bebas dari salah

Yusuf sengaja meletakkan piala pada karung Benyamin. Harga piala itu disamakan dengan nyawa manusia. Sejauh mana kita menghargai Tuhan.

Tinggalkan komentar »

Hati kita adalah Proyek Terbesar Tuhan

 Pdt Herbert Silaban

Hosea 4: 1-6

Allah tidak pernah melihat rupa, kekayaan tetapi hati kita. Bangsa Israel diingatkan oleh Hosea mengenai kegagalan dalam hati. Perjalanan Israel dari kehidupan yang dipilih, pemberontakan dan pembuangan. Israel sering tercatat dalam Alkitab gagal menyenangkan hati Tuhan.

Hosea 4: (1) Dengarlah firman TUHAN, hai orang Israel, sebab TUHAN mempunyai perkara dengan penduduk negeri ini, sebab tidak ada kesetiaan dan tidak ada kasih, dan tidak ada pengenalan akan Allah di negeri ini. 

Tuhan ingin agar segenap hati kita menjadi milik Allah, tidak separuh.

Kesetiaan

Kasih

Pengenalan akan Tuhan

Ketika orang Israel gagal memiliki ketiga hal tersebut; (2) Hanya mengutuk, berbohong, membunuh, mencuri, berzinah, melakukan kekerasan dan penumpahan darah menyusul penumpahan darah

Hosea 4:  (6) Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu. 

 Mari kita mengintropeksi diri setiap hari bagaimana kondisi hati kita, apakah kesetiaan, kasih dan pengenalan akan Tuhn ada dalam hati kita.

Tinggalkan komentar »

Firman Tuhan yang Tertanam

Pdt Hesky Rorong

Yakobus 1: 21) Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

Surat Yakobus ini dituliskan untuk anak Tuhan di Yerusalem yang waktu itu mengalami tekanan sehingga mendapatkan kekuatan; serta untuk memperbaiki cara berpikir.

Kalau Firman itu tertanam maka kita sanggup membuang segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang menghambat hubungan kita dengan Allah.

Roma 1: 16) Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani

Firman Allah harus tertanam, dan Yesus memberikan penjelasan menjelaskan jenis tanah rohani dimana harusnya Firman itu tertanam:

1. Tanah di pinggir jalan

Matius 13: (4) Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis

Artinya: 19) Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.

Kalau kekotoran tadi, si Jahat bisa merampasnya.

2. Tanah berbatu

Matius 13: 5) Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. 

Artinya ayat 20) Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. (21) Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad

Kita tidak akan bertumbuh kalau hati kita keras.

3. Tanah di tengah semak duri

Matius 13: 7) Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati

Artinya ayat (22) Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.

4. Tanah yang baik

Matius 13: 8) Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.

Artinya ayat (23) Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.”

Orang yang membiarkan Firman tertabur dan tertanam di hati, maka ia akan berbuah. 

Tinggalkan komentar »

Pikul Salib Setiap Hari

Pdt Hesky Rorong

Matius 11: 28) Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (29) Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. (30) Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”

Salah satu persyaratan menjadi anak Tuhan adalah memikul salib, menyangkal diri setiap hari. Daging apabila dituruti keinginannya maka akan berbahaya, kalau daging yang menguasai kita tidak pernah akan tunduk pada kehendak Tuhan.

Memikul salib berarti melawan kehendak daging untuk menyenangkan hati Tuhan. Firman Tuhan mengendalikan kita agar tidak mengikuti arus dunia.

Yesus kepala Gereja  mengundang setiap orang yang letih lesu berbeban berat untuk datang. Kita sering menganggap undangan ini biasa, 

Pikul salib bukan untuk Tuhan tetapi untuk  kepentingan kita dan orang lain, yakni mengajarkan

  • Tidak sombong
  • Rendah hati
  • Bergantung kepada Tuhan

Jaminan Tuhan untuk kita yang memikul salib: kelegaan, ketenangan, beban kita jadi ringan.

Apakah saat ini kita sedang memikul salib? Jangan menyerah, pegang salib itu maka Tuhan akan memberikan kekuatan.

Lukas 14: 27) Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. 

Tinggalkan komentar »

Kebangkitan

Pdt Hesky Rorong

1 Korintus 15: 1-11

Paulus mengajar pemahaman yang benar mengenai kebangkitan Tuhan ditengah banyaknya pengajaran sesat di Korintus

1. Mengingatkan tentang ajaran Injil yang menyelamatkan

1 Korintus 15: (1) Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. 2) Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya

Tuhan mengingatkan kepada kita bahwa Kebangkitan itu ada, sehingga apa yang kita lakukan tidak sia sia.

2. Membuktikan apa yang dikatakan Firman

1 Korintus 15:  (4) bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; (5) bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.

Matius 28: 1-10 (Kebangkitan Yesus)

Yesus meminta murid-muridNya kembali ke Galilea (lingkaran), yakin kebersamaan dan persekutuan, supaya mereka tidak goyah.

3. Bekerja keras dengan maksimal dengan kerendahan hati

1 Korintus 15: 10) Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. (11) Sebab itu, baik aku, maupun mereka, demikianlah kami mengajar dan demikianlah kamu menjadi percaya

Efesus 3: 7) Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya. (8) Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu

Tinggalkan komentar »

Imam Penebus

Ibadah Jumat Agung

Pdt Dr Zakaria Manambe

Yehezkiel 21:  (24) Oleh sebab itu, beginilah firman Tuhan ALLAH: Oleh karena kamu membuat kesalahanmu itu teringat kembali dengan tersingkapnya pelanggaranmu, sehingga kentara dosa-dosamu dalam segala perbuatanmu, oleh karena kamu menjadi teringat kembali, kamu akan ditangkap dengan kekerasan 25) Dan hai engkau, raja Israel, orang fasik yang durhaka, yang saatmu sudah tiba untuk penghakiman terakhir, (26) beginilah firman Tuhan ALLAH: Jauhkanlah serbanmu dan buangkanlah mahkotamu! Tiada yang tetap seperti keadaannya sekarang. Yang rendah harus ditinggikan, yang tinggi harus direndahkan. (27) Puing, puing, puing akan Kujadikan dia! Inipun tidak akan tetap. Sampai ia datang yang berhak atasnya, dan kepadanya akan Kuberikan itu.”

Yehezkiel hidup di jaman ketika Israel ditawan di Babelonia (598SM) karena melawan Firman Tuhan. 490 tahun Israel tidak melakukan sabat tahunan. Ia menubuatkan bahwa Serban (topi imam) dan mahkota (raja) akan dihancurkan dan ditiadakan dari Israel karena melalaikan jemaat.

Yesus sebagai IMAM yang menggantikan imam imam jahat.
 Ibrani 9: (11) Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, (12) dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal

Yesus sebagai Imam satu satunya menjadi pengantara.

1 Timotius 2: 5) Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, (6) yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan. 

Sehingga kita mempunyai pengharapan akan tahun Yobel (pembebasan)

1 Korintus 6: 20) Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

Dibeli (dalam bahasa Ibrani Agorazo) konteksnya pembelian budak.

Kristus menebus, Exagorazo (dibeli dari pasar dan dibawa keluar)

Galatia 3: 13) Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”

Tinggalkan komentar »

Visi dan Doa

Pdt Gilbert Lumoindong

Setiap orang percaya mendapat anugerah untuk menjadi pemimpin. Kepemimpinan berarti: 

  • Mentalitas
  • Integritas
  • Karakter

Yohanes 17: 20) Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; (21) supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. (22) Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: (23) Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. (24) Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan. 

Murid-murid Yesus tidak sempurna, namun Yesus tetap memiliki visi untuk menyelamatkan manusia. Karena itu Yesus berdoa bagi murid-muridNya, dalam kelemahan mereka, mereka akan memberitakan Firman. Yesus tidak membiarkan pikiran negatif mempengaruhi.

Visi Yesus 

  1. Menjadi satu
  2. Di dalam Tuhan
  3. Menjadi saksi
  4. Hidup dalam kemuliaan
  5. Dikasihi Tuhan

Dalam setiap persoalan, pemimpin tidak pernah boleh berada dalam situasi tidak tahu harus melakukan apa. Yesus adalah pemimpin sejati. Ketika Ia harus pergi dan murid-muridNya belum siap, Ia tetap menyatakan visi dan doa.

Visi dan doa penting karena:

  1. Dapat melihat masakah sebagai pelajaran berharga untuk tujuan yang cemerlang. Life is a lesson
  2. Tidak akan pusing untuk hal yang tidak penting
  3. Tidak akan terpancing ikut ikutan
  4. Tidak akan putus asa walaupun miskin dukungan dari lingkungan

Visi dan doa saling melengkapi.

  1. Visi menggerakan orang tekun berdoa, doa memantapkan visi seseorang
  2. Visi membuat doa semakin spesifik, doa membuat semangat untuk mencapai visi
  3. Visi membuat orang mengerti bahwa ia harus mengandalkan doa, doa menyakinkan seseorang bahwa kesombongan dan mengandalkan diri sendiri akan menghancurkan visi
  4. Visi akan makin jelas karena doa, doa akan semakin berapi api kalau seseorang punya visi
Tinggalkan komentar »

Kedaulatan Tuhan

Pdt Hendra Buyung

Allah memiliki kedaulatan penuh atas hidup kita; seringkali walaupun kita mengetahui hal itu tetapi dalam menghadapi sesuatu kita seolah tidak mengakui itu adalah karena kedaulatan Tuhan.

Ayub 1: 1-3 

Ayub adalah kitab yang berbicara tentang kenyataan hidup anak manusia. Pada gereja masa kini; diharapkan menjadi pembelajaran walaupun konteksnya sudah berbeda dari apa yang dialami saat ini.

Siapa Ayub?

1. Memiliki kapasitas rohani yang baik, di hadapan Tuhan dan sesama

Ayub 1: 1) Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.

Di era yang jahat, ini adalah kriteria yang menunjukan kualitas anak Tuhan yang baik.

Ayub 2: 3) Firman TUHAN kepada Iblis: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia tetap tekun dalam kesalehannya, meskipun engkau telah membujuk Aku melawan dia untuk mencelakakannya tanpa alasan.” 

2. Memiliki keluarga dan ia sangat memperhatikan anak-anaknya

Ayub 1: 2) Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan

Ayub 1: 5) Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: “Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati.” Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.

3. Memiliki kekayaan jasmani

Ayub 1: 3) Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur. 

Kita semua pasti menginginkan apa yang dimiliki oleh Ayub. Ketika ia memiliki 3 hal ini, terjadilah musibah; seluruh harta yang dimiliki dan anak-anaknya lenyap. Dua hal hilang; keluarga dan kekayaan jasmani. (Ayat 13-17, 18-19). Integritas rohani Ayub masih tetap ada.

Kemaha-daulatan Allah atas hidup orang percaya.

Ayub 2: (13) Lalu mereka duduk bersama-sama dia di tanah selama tujuh hari tujuh malam. Seorangpun tidak mengucapkan sepatah kata kepadanya, karena mereka melihat, bahwa sangat berat penderitaannya.

Sangat berat penderitaan Ayub. Namun orang yang memiliki integritas rohani akan mengakui kedaulatan Tuhan. Orang percaya yang masih melekat kekayaan rohani apapun keadaannya; akan melakukan hal ini.

1. Mengakui Allah berdaulat atas apa yang dimiliki

Ayub 1: (20) Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, (21) katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” (22) Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.

2. Mengakui bahwa Tuhan sedang membentuk hidupnya menjadi lebih baik

Ayub 23: 10) Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas

3. Mengakui bahwa apabila Tuhan mengijinkan apapun, Tuhan punya rencana yang agung dan luar biasa

Ayub 42: (2) “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.

Dengan memiliki sikap hati ini, mengakui kedaulatan Tuhan; maka Allah memberkati Ayub lebih dari dahulu.

Ayub 42:  (10) Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu. 12) TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu; ia mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina. (13) Ia juga mendapat tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan; (14) dan anak perempuan yang pertama diberinya nama Yemima, yang kedua Kezia dan yang ketiga Kerenhapukh. (15) Di seluruh negeri tidak terdapat perempuan yang secantik anak-anak Ayub, dan mereka diberi ayahnya milik pusaka di tengah-tengah saudara-saudaranya laki-laki. 16) Sesudah itu Ayub masih hidup seratus empat puluh tahun lamanya; ia melihat anak-anaknya dan cucu-cucunya sampai keturunan yang keempat.

Kita mengakui kedaulatan Tuhan ketika apa yang kita inginkan terjadi, tetapi bagaimana Tuhan memberi sesuatu yang tidak kita inginkan? Rencana Allah terlalu agung dalam hidup kita.

Pengkhotbah 3: 1) Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.

Ketika kita masuk dalam setiap musim maka kekayaan rohani kita akan bertambah. Semua musim adalah milik Tuhan. Dalam setiap musim Tuhan membentuk kita dan dalam setiap musim, rencana Allah Agung dan Mulia. 

Yakobus 5:  (11) Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.

Mari kita mengakui kedaulatan Tuhan dalam hidup ini. 

Tinggalkan komentar »