Catatan Khotbah bundajo

Pelita

Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku
(Mazmur 119:105)
Tinggalkan komentar »

Gereja yang Dinamis

Pdt Healpy Rawis

Kolose 3: (1) Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah

Ayat ini ditujukan kepada orang yang sudah percaya kepada Tuhan. Cari berarti adalah hal yang harus dilakukan. Perkara yang di atas artinya adalah hal hal rohani.

Gereja tidak hanya secara organisasi, bangunan, tetapi kita sebagai anak Tuhan. Gereja harus selalu ingin berkembang, bergerak maju tidak hanya diam di tempat.  Ciri ciri gereja yang bertumbuh:

1. Gereja yang mengalami tantangan tetapi tetap setia, berusaha maju dan menang.

Markus 63: 45-48

48) Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.

Ada angin yang menghalangi, tidak membuat murid patah semangat atau putar balik. Mereka tetap mendayung. Yesus memperhatikan usaha kita untuk tetap setia. 

2. Gereja yang mengutamakan Tuhan walaupun di masa yang sukar

1 Raja Raja 17: 15-16

(16) Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia

Ketika janda di Sarfat ini mengutamakan Tuhan, berkorban (ketika butuh namun diberikan kepada yang lain), maka berkat Tuhan tetap ada dalam dirinya.

3.  Gereja yang tidak menyalahkan orang lain dan bangkit dari kebiasaan yang lama

Yohanes 5: 7

7) Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.” (8) Kata Yesus kepadanya: “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.”

Kita jangan melayani hanya karena kebiasaan dan tradisi, harus bangkit maju bertindak meninggalkan kebiasaan yang lama.

Mari kita menjadi gereja yang bertumbuh.

Tinggalkan komentar »

Menjadi BintangĀ 

Pdt Hesky Rorong

Daniel 12: ) “Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu. (2) Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal. (3) Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya

Kita hidup di akhri jaman, dan Daniel menuliskan bahwa di zaman akhir akan ada kesusahan yang tidak pernah ada sebelumnya. Namun Tuhan memberikan jaminan bahwa yang luput adalah umat yang namanya ada di dalam buku kehidupan.

Wahyu 3: . (5) Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya

Bagaimana kita menjadi bintang di mata Tuhan?

Firman Tuhan mengatakan bahwa orang bijaksana seperti cakrawala, bijaksana yang pikiran benarnya akan menuntun orang lain dalam kebenaran

Matius 2:  (9) Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. (10) Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka

Bintang memberikan informasi kebenaran, menghadirkan sukacita, menuntun orang menyembah Allah. Orang bijaksana yang menjadi bintang akan konsisten untuk menjadi bintang dimanapun ia berada, selama lamanya.

Apakah kita menjadi bintang dalam keluarga, pekerjaan dan apapun yang kita lakukan?

Yohanes 15: 16) Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu

Filipi 2: (14) Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, (15) supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia

Menjadi bintang artinya berani berbeda dari orang lain

Roma 8: 6) Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. (7) Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. (8) Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.

Mari kita menjadi bintang di hadapan Allah secara konsisten di manapun kita berada.

Tinggalkan komentar »

Tantangan untuk Berhasil

Pdt Hesky Rorong

Amsal 12: 23) Orang yang bijak menyembunyikan pengetahuannya, tetapi hati orang bebal menyeru-nyerukan kebodohan. (24) Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa

Dalam kehidupan kita pasti ingin berhasil, baik secara jasmani maupun rohani. Salomo dalam Amsal banyak mengangkat tentang hikmat. Apabila kita ingin berhasil maka ada tantangan-tantangan yang dihadapi dan hanya akan dihadapi dengan hikmat Tuhan.

1. Keputusasaan yang membuat kita mundur

Ibrani 10: 37) “Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya. (38) Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya

Hidup dengan iman

2. Kemalasan 

Kemalasan membuat kita menjadi lemah dalam tantangan.

Amsal 6: 6) Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak:

Kesetiaan kita mungkin tidak kita lihat namun Ia tidak pernah lupa akan jerih lelah kita.

Ibrani 6: 10) Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang. 11) Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, (12) agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.

Filipi 3:  13) Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, (14) dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. 

Tinggalkan komentar »

Latihlah Dirimu

Pdt Verry Kaawoan

Lukas 7: 1-10

(Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira di Kapernaum)

Dalam hidup ini segala sesuatu harus dilatih, salah satunya adalah telinga sebagai jendela kehidupan. Dalam pasal ini, perwira mendengar tentang Yesus. Perwira ini harusnya tidak datang dengan kasih karena ia adalah utusan Kaisar. 

Lukas 7: 3) Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.

Perwira ini memiliki kasih pada hambanya, dan ia dikenal dari perbuatannya.

Ayat 5) sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami. 

Yang terutama adalah ia memiliki kerendahan hati dan iman yang luar biasa.

Ayat (7) sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. (8) Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.

Apakah kita mau melatih diri melakukan Firman Tuhan, untuk bisa memuliakan Tuhan dengan lebih lagi. Perwira ini mampu melatih diri hingga imannya menyembuhkan hambanya.

Tinggalkan komentar »

Kekudusan yang Disempurnakan

Pdt Hesky Rorong

2 Korintus 7: (1) Saudara-saudaraku yang kekasih, karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah.

Kekudusan diberikan Tuhan ketika kita percaya, sebagai bentuk penilaian Allah. Kekudusan ini harus kita jaga untuk disempurnakan. Penghalang kita untuk menjaga kekudusan adalah dosa.

Yesaya 59: 1) Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; (2) tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. 

Ada dua macam dosa:

1. Jasmani

Dosa yang kelihatan. Kita sering menekankan kesucian pada hal-hal jasmani, supaya orang puji.

2. Rohani

Kenajisan rohani, misalnya membenci, iri hati, dengki, akar pahit dan sakit hati.

Penekanan kita akan kekudusan harus dalam hal jasmani dan rohani. 

Imamat 19:  (5) Apabila kamu mempersembahkan korban keselamatan kepada TUHAN, kamu harus mempersembahkannya sedemikian, hingga TUHAN berkenan akan kamu.

Kita sempurnakan hal hal yang menodai kekudusan dari Tuhan dengan membuang dosa. Kita harus punya keinginan menjaga kekudusan itu, jangan sampai kenajisan rohani menghalangi kita dari janji-janji Allah.

Ibrani 12: (14) Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. (15) Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang. (16) Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. (17) Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.

Kenajisan rohani adalah kehidupan lama; karena itu kita harus mengupayakan pembaharuan terus menerus untuk hidup yang baru.

Efesus 4: (17) Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia

Tinggalkan komentar »

Kasih, Sukacita dan Kebenaran

Pdt Joshua Tewu

Yohanes 15: 9) “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. (10) Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. (11) Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. (12) Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.

Kasih yang diminta oleh Yesus untuk kita lakukan adalah kasih yang telah Yesus demonstrasikan sendiri. Kasih ini yang menunjukkan kita adalah murid muridNya. Klimaks kasih Yesus adalaha pengorbananNya di kayu salib. Pengorbanan menghasilkan sukacita.

Sesungguhnya untuk mendapatkan sukacita yang sesungguhnya, harus ada kebenaran.

  • Hasil dari kebenaran adalah damai, ketenangan dan ketentraman selama lamanya

Yesaya 32: 17) Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya

  • Kebenaran harus dibeli; dalam arti ada harganya, yaitu pertobatan.

Amsal 23: 23) Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian

  • Kebenaran yang dihasilkan oleh hubungan yang intensif dengan Tuhan. Orang yang memiliki kebenaran adalah orang yang merdeka, bebas dari belenggu dosa dan kebiasaan buruk

Yohanes 8: (31) Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku (32) dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu

  • Kebenaran akan terlihat dalam damai dan sukacita oleh Roh Kudus. Kalau dalam keluarga ada kebenaran, maka akan ada damai dan sukacita dalam keluarga itu.

Roma 14: (17) Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus

Kasih, yang Kristus mau kita lakukan (perintah) harus terlihat. Kasih tidak bisa dilakukan tanpa kita memahami apa kasih. Alkitab tidak mencatat definisi kasih, tetapi mencatat ingredient nya:

1 Korintus 13: 4) Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. (5) Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. (6) Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. (7) Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. (8) Kasih tidak berkesudahan; 

Mari kita melakukan perintah Tuhan untuk mengasihi.

Tinggalkan komentar »

Kasih Sempurna

Pdt Bambang Saputro MTh, MMis

1 Petrus 1: (18) Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, (19) melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat

Karya penebusan Kristus adalah kasih yang sempurna. Kasih itu bukan barang fana, bukan perak atau emas, namun adalah darah Kristus yang tidak cacat dan bernoda.

Bukan barang fana artinya penebusan Tuhan tidak sementara, tidak layu dan rapuh, tidak berubah dan tidak akan mudah usang. Apabila kita telah menerima penebusan yang tidak fana ini maka kita harusnya juga memiliki kasih yang sempurna.

Ukuran penebusan oleh darah yang suci tidak bisa disamakan dengan perak, karena melebihi nilai tukar apapun. Apa yang berharga bagi kita? Keselamatan bahkan lebih dari orang yang kita kasihi. Kasih Yesus yang sempurna pun tidak bisa disandingkan dengan emas, karena melebihi logam mulia, melebihi investasi, keunggulan dan aset apapun di dunia.

Kasih Allah yang sempurna berupa darah yang mahal, melebihi gengsi, kekayaan, harta benda dan kejayaan. Darah Kristus melebihi darah imam, nabi, raja dan darah 5 jawatan.

Darah tidak bernoda karena memang baik, bersih, jujur, suci dan memiliki karakter dewasa penuh.

Roma 11: 36) Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

Darah Allah yang tidak bercacat menunjukkan keramahan, kesabaran, setia, taat dan sempurna.

Yesus dengan kasihNya yang sempurna adalah panutan kita. Apakah kita mau menampilkan Yesus dalam hidup kita?

Tinggalkan komentar »

What Does Healthy Family Look Like?

Dr Jim Burns

JPCC

Alkitab menuliskan bahwa kita mewarisi dosa generasi sebelum hingga tiga-empat generasi setelahnya (Keluaran 34: 7 yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat). 

Kita harus memutuskan “warisan tersebut” dengan memutuskan untuk generasi transisi. Kita mau menjadi orang yang akan memulihkan (recover) dan tidak mengulangi (repeat) kesalahan masa lalu. Sebagai pasangan suami istri, kita bisa datang dari keluarga yang tidak sempurna. Namun komitmen untuk menjadi generasi transisi memampukan kita menjadi keluarga yang sehat dan berkenan di hadapan Allah. Yesus begitu mengasihi keluarga dan anak anak.

Markus 10: (13) Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. (14) Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. (15) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.” (16) Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.

Panggilan menjadi orang tua adalah sesuatu yang luar biasa. Waktu kita menyambut anak-anak kita sedang menyambut Tuhan. Bukan berarti anak adalah Tuhan, namun mereka sangat penting.

Apalagi yang membuat Yesus marah? Apabila ada yang menyesatkan anak anak.

Markus 9: (42) “Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.

Tiga hal sederhana untuk memahami keluarga yang sehat:

1. (Ayat 14) kita memberkati anak-anak dengan keberadaan.  Children regard your very presence as a sign of caring and connectedness. Dahsyatnya keberadaan orang tua kepada anak

2. (Ayat 16) Yesus memberkati anak dengan menunjukkan kasih sayang. Affection matters. Kasih sayang sangat penting. Kalau anak anak tidak mendapatkan kasih sayang di rumah mereka akan mencari kasih sayang yang tidak benar.

3. Markus 9:42 Anak anak kita adalah berkat dari surga. Kita memberkati anak anak dengan memberikan investasi pertumbuhan rohani. Bless them with spiritual deposits. Orang tua adalah perwakilan Kristus.

Tuhan mengasihi keluarga. Kita bisa memilih apakah mau menghadirkan Tuhan dalam keluarga.

Tinggalkan komentar »

Orang Percaya yang Berbuah Kebenaran

GPdI Bethesda

Pdt Ruth Kalalo

Markus 11:12-14

12) Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. (13) Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. (14) Maka kata-Nya kepada pohon itu: “Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!” Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya.

Tuhan rindu dan ingin melihat, menikmati buah dari orang percaya. Orang percaya seperti halnya pohon ara itu, terlihat bagus dan rimbun, namun Yesus masuk ke dalam hati melihat apakah anaknya berbuah kebenaran. Kalau orang lain lihat dari luar kelihatannya luar biasa, tetapi apakah Tuhan menyelidiki hati manusia.

Yeremia 17: (10) Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.”

Orang percaya jangan hanya berdaun hijau, namun benar benar kita bisa menghasilkan buah kebenaran dan jadi berkat.

Pohon ara tersebut memang bukan dalam musim buah, artinya seolah wajar tidak ditemukan buah. Justru Tuhan tidak ingin anak Tuhan bukan musiman; hanya pada masa masa tertentu saja berbuah.

Mengapa orang percaya tidak mampu berbuah?

1. Hatinya menjauh dari Tuhan

Yesaya 29: 13) Dan Tuhan telah berfirman: “Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan

Sampai kapanpun, kalau hati kita tidak sungguh-sungguh melekat kepada Tuhan, kita tidak akan pernah berbuah. Hati yang tulus yang Tuhan cari.

2. Keras hati

Yeremia 17: 9) Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?

Sikap orang keras hati tidak mau ditegur dan tidak mau dinasehati, cepat tersinggung.

Tinggalkan komentar »

Persiapan Gereja Menyambut Kedatangan Tuhan

Pdt Zakaria Senduk

2 Raja Raja 2 1-18

Elia Naik ke Surga.

Yesus akan datang menjemput kita ke surga. Apabila Elia saja bisa, karena ia manusia biasa, Tuhan memberikan janji yang sama kepada kita.

Yakobus 5: 17) Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan

Mempersiapkan diri naik ke Surga ada hal hal yang harus tertanam di tubuh gereja.

1. Gilgal

Ayat 1) Menjelang saatnya TUHAN hendak menaikkan Elia ke sorga dalam angin badai, Elia dan Elisa sedang berjalan dari Gilgal

Penyunatan masal terjadi di Gilgal. Gereja harus melakukan sunat hati. Allah minta kita menjaga hati. Ini waktunya di akhir jaman kita ikut apa yang Tuhan mau, menjaga hati

Markus 7: (21) sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, (22) perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. (23) Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang

Kalau kita punya sakit hari kepada siapaun lepaskanlah pengampunan.

2. Betel

Ayat 2) Berkatalah Elia kepada Elisa: “Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke Betel.” Tetapi Elisa menjawab: “Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau.” Lalu pergilah mereka ke Betel.

Betel bicara dengan perjumpaan pribadi yang luar biasa yakni Tuhan. Gereja harus bangkit bukan menjadi orang yang biasa. Kekuatan sejati kita datang dari kedekatan hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Apakah engkau mendekat kepada Tuhan.

3. Yerikho

Ayat (4) Berkatalah Elia kepadanya: “Hai Elisa, baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke Yerikho.” Tetapi jawabnya: “Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau.” Lalu sampailah mereka di Yerikho. 

Yerikho bicara peperangan rohani, runtuhnya tembok tembok. Apakah kita mau jadi prajurit Tuhan yang luar biasa? 

4. Yordan

(6) Berkatalah Elia kepadanya: “Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke sungai Yordan.” Jawabnya: “Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau.” Lalu berjalanlah keduanya

Sungai Yordan bicara baptisan, kematian daging. Apakah kita berkorban bagi Kristus?

5. Angin badai

Ayat 11) Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai. 

Dalam angin badai pergumulan, Allah membawa gerejanya naik ke surga. Berjalan terus perkatakan Firman dan janji Allah. Kuda berapi adalah pelayanan yang dipenuhi Roh Kudus.

Tinggalkan komentar »