Catatan Khotbah bundajo

Pelita

Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku
(Mazmur 119:105)
Tinggalkan komentar »

Kedaulatan Tuhan

Pdt Hendra Buyung

Allah memiliki kedaulatan penuh atas hidup kita; seringkali walaupun kita mengetahui hal itu tetapi dalam menghadapi sesuatu kita seolah tidak mengakui itu adalah karena kedaulatan Tuhan.

Ayub 1: 1-3 

Ayub adalah kitab yang berbicara tentang kenyataan hidup anak manusia. Pada gereja masa kini; diharapkan menjadi pembelajaran walaupun konteksnya sudah berbeda dari apa yang dialami saat ini.

Siapa Ayub?

1. Memiliki kapasitas rohani yang baik, di hadapan Tuhan dan sesama

Ayub 1: 1) Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.

Di era yang jahat, ini adalah kriteria yang menunjukan kualitas anak Tuhan yang baik.

Ayub 2: 3) Firman TUHAN kepada Iblis: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia tetap tekun dalam kesalehannya, meskipun engkau telah membujuk Aku melawan dia untuk mencelakakannya tanpa alasan.” 

2. Memiliki keluarga dan ia sangat memperhatikan anak-anaknya

Ayub 1: 2) Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan

Ayub 1: 5) Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: “Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati.” Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.

3. Memiliki kekayaan jasmani

Ayub 1: 3) Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur. 

Kita semua pasti menginginkan apa yang dimiliki oleh Ayub. Ketika ia memiliki 3 hal ini, terjadilah musibah; seluruh harta yang dimiliki dan anak-anaknya lenyap. Dua hal hilang; keluarga dan kekayaan jasmani. (Ayat 13-17, 18-19). Integritas rohani Ayub masih tetap ada.

Kemaha-daulatan Allah atas hidup orang percaya.

Ayub 2: (13) Lalu mereka duduk bersama-sama dia di tanah selama tujuh hari tujuh malam. Seorangpun tidak mengucapkan sepatah kata kepadanya, karena mereka melihat, bahwa sangat berat penderitaannya.

Sangat berat penderitaan Ayub. Namun orang yang memiliki integritas rohani akan mengakui kedaulatan Tuhan. Orang percaya yang masih melekat kekayaan rohani apapun keadaannya; akan melakukan hal ini.

1. Mengakui Allah berdaulat atas apa yang dimiliki

Ayub 1: (20) Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, (21) katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” (22) Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.

2. Mengakui bahwa Tuhan sedang membentuk hidupnya menjadi lebih baik

Ayub 23: 10) Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas

3. Mengakui bahwa apabila Tuhan mengijinkan apapun, Tuhan punya rencana yang agung dan luar biasa

Ayub 42: (2) “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.

Dengan memiliki sikap hati ini, mengakui kedaulatan Tuhan; maka Allah memberkati Ayub lebih dari dahulu.

Ayub 42:  (10) Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu. 12) TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu; ia mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina. (13) Ia juga mendapat tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan; (14) dan anak perempuan yang pertama diberinya nama Yemima, yang kedua Kezia dan yang ketiga Kerenhapukh. (15) Di seluruh negeri tidak terdapat perempuan yang secantik anak-anak Ayub, dan mereka diberi ayahnya milik pusaka di tengah-tengah saudara-saudaranya laki-laki. 16) Sesudah itu Ayub masih hidup seratus empat puluh tahun lamanya; ia melihat anak-anaknya dan cucu-cucunya sampai keturunan yang keempat.

Kita mengakui kedaulatan Tuhan ketika apa yang kita inginkan terjadi, tetapi bagaimana Tuhan memberi sesuatu yang tidak kita inginkan? Rencana Allah terlalu agung dalam hidup kita.

Pengkhotbah 3: 1) Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.

Ketika kita masuk dalam setiap musim maka kekayaan rohani kita akan bertambah. Semua musim adalah milik Tuhan. Dalam setiap musim Tuhan membentuk kita dan dalam setiap musim, rencana Allah Agung dan Mulia. 

Yakobus 5:  (11) Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.

Mari kita mengakui kedaulatan Tuhan dalam hidup ini. 

Tinggalkan komentar »

Ketenangan dalam Angin Sakal

Markus 6: 45-52 

Yesus Berjalan di Atas Air

Meskipun kita taat melakukan apa yang Tuhan mau,  bukan berarti tidak ada masalah.

(48) Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka. 

Payah: lelah, sukar, kesulitan, berat, kehabisan tenaga

Angin sakal: bertiup dari dalam; pukulan yang keras.

Sebelumnya murid-murid itu menyaksikan mujizat Tuhan memberi makan 5000 orang. Namun karena mereka payah, mereka menganggap Yesus hantu. Karena itu ketenangan perlu, dan ketenangan hanya bisa didapatkan dalam Tuhan.

Benturan mengakibatkan luka dan kesakitan. Kita membutuhkan angin tapi itu juga yang akan membenturkan kita. Bagaimana dengan keadaan kita? Angin sakal bisa datang sewaktu waktu. Apa yang kita alami dalam pengalaman iman tidak selamanya mulus tanpa angin sakal.

Yesaya 54: 7) Hanya sesaat lamanya Aku meninggalkan engkau, tetapi karena kasih sayang yang besar Aku mengambil engkau kembali. (8) Dalam murka yang meluap Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau, firman TUHAN, Penebusmu.

Mari kita berharap Tuhan menjadi kekuatan untuk tetap tenang.

50) sebab mereka semua melihat Dia dan merekapun sangat terkejut. Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!

Perahu kita ada dalam bimbingan Tuhan. Keberanian untuk datang kepada Tuhan akan memberikan ketenangan. Allah yang memiliki kemampuan menghentikan badai. 

Yohanes 6: (21) Mereka mau menaikkan Dia ke dalam perahu, dan seketika juga perahu itu sampai ke pantai yang mereka tujui.

Seketika juga perjalanan selesai karena Roh yang memberi keberanian ada bersama mereka. Ia akan membawa kita sampai kepada tujuan.

 

Tinggalkan komentar »

Melakukan Seperti untuk Tuhan

Pdt Hesky Rorong

Kolose 3: 23) Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. 

Surat Kolose datang dari Paulus yang sedang melakukan pekabaran Injil. Jemaat Kolose sedang menghadapi pengajaran palsu, karena itu Paulus menyuruh rekan kerja Dionisius (seorang budak) untuk pergi. Paulus memberikan dorongan untuk melakukan setiap tugas seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Sejak penciptaan, Allah ingin manusia bekerja; untuk kehidupan dan untuk kemuliaan Tuhan. (Kejadian 2: 20a Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan). Pekerjaan dan pelayanan sekecil apapun adalah kesempatan yang merupakan bentuk penghormatan dari Tuhan kepada manusia.

Gereja harus memiliki pola pikir untuk melakukan segala sesuatu dengan segenap hati. Paulus melakukan pekerjaan sesuai kehendak Allah.

2 Korintus 10: 15) Kami tidak bermegah atas pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain di daerah kerja yang tidak dipatok untuk kami. Tetapi kami berharap, bahwa apabila imanmu makin bertumbuh, kami akan mendapat penghormatan lebih besar lagi di antara kamu, jika dibandingkan dengan daerah kerja yang dipatok untuk kami

Saat Allah memberikan penghormatan pada gereja:

  1. Berbuat sepenuh hati dan segenap jiwa. Efesus 6: 5) Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus, (6) jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah. 7) dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia
  2. Segala sesuatu dikembalikan untuk kemuliaan Tuhan (Roma 11: 36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!)
Tinggalkan komentar »

Pakai Cara Tuhan dalam Hadapi Persoalan

Yesaya 30: 15) Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu.” Tetapi kamu enggan, (16) kamu berkata: “Bukan, kami mau naik kuda dan lari cepat,” maka kamu akan lari dan lenyap. Katamu pula: “Kami mau mengendarai kuda tangkas,” maka para pengejarmu akan lebih tangkas lagi.

Israel hidup di tanah Gosen di Mesir dengan perlindungan dan penyertaan Tuhan. Ketika mereka keluar dari Mesir ada persungutan terjadi. Persungutan ini tidak membawa berkat. Ketika mereka diserang bangsa Aram mereka mencari cara sendiri yang tidak berkenan dihadapan Tuhan. Tuhan mengajarkan Israel untuk melakukan hal hal ini dalam menghadapi persoalan

1. Bertobat

Kita perlu hidup ada pertobatan hari lepas hari. Kalau kita hidup dalam pertobatan kita maka ada kebenaran dan akan alami mujizat. Jadikan pertobatan menjadi gaya hidup.

[Yesaya 59: (2) tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.]

Bertobat adalah introspeksi diri dan koreksi diri.

2. Berdiam diri

Anak Tuhan yang belajar berdiam diri akan mendapatkan kekuatan dalam menghadapi masalah.

[Keluaran 14: (14) TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja]

3. Belajar Tenang

Kita tidak perlu ragu akan Yesus. Orang yang tenang karena ia dapat menguasai diri. Allah mengingatkan hal ini supaya kita tetap dapat berdoa.

[1 Petrus 4: 7) Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa]

4. Percaya

Percaya tidak hanya sekedar percaya.

[Yohanes 14: 1) “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. (2) Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu]

Tinggalkan komentar »

Mengasihi Sesama

Pdm Sukirno Tarjadi

GBI Gilgal

Matius 22:34-40

Matius 22: 39) Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri

Kunci hidup sehat dan bahagia adalah memiliki hubungan yang baik dengan semua orang. Yesus mengatakan manusia diciptakan dengan dua hubungan; dengan Tuhan dan sesama; keduanya sangat penting dan didasarkan pada kasih. Bisa saja orang beribadah bukan karena kasih tetapi karena takut. Kasih harus menjadi dasar hubungan kita.

Kita tidak bisa hanya mengasihi Tuhan tanpa mengasihi manusia; begitu pula sebaliknya. Mengasihi Allah kepada pencipta; mengasihi sesama kepada ciptaan

1 Yoh 4: (20) Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. (21) Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.

Perintah mengasihi sesama sangat radikal. Sesamamu manusia seperti diri sendiri itu sangat susah, bahkan menjadi ancaman. Hal ini bisa dilakukan apabila kita mengasihi Allah. Seberapa kita mengasihi diri harus menjadi ukuran untuk mengasihi sesama.

Siapa yang harus kita kasihi?

1. Orang yang berbeda dengan kita

Secara naluri, manusia mencari yang sama dan memiliki bias.

Galatia 3: 28) Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus

2. Orang yang tidak layak dikasihi

Amsal 17: 5) Siapa mengolok-olok orang miskin menghina Penciptanya; siapa gembira karena suatu kecelakaan tidak akan luput dari hukuman

3.  Musuh kita

Matius 5:  (43) Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. (44) Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. (45) Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. (46) Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? (47) Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian? (48) Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

Pengampunan menjadi sangat susah apabila yang diampuni tidak menyadari kesalahannya.  Namun Allah tetap memerintahkan untuk dikasihi. Kelepasan akan terjadi ketika kita mengampuni dan mengasihi musuh.

4. Orang yang dianggap tidak berguna

1 Korintus 12: (22) Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan. (23) Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus. (24) Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus, (25) supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan. (26) Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita

Tinggalkan komentar »

Daud dan Mefiboset

2 Samuel 9: (4) Tanya raja kepadanya: “Di manakah ia?” Jawab Ziba kepada raja: “Dia ada di rumah Makhir bin Amiel, di Lodebar.” (5) Sesudah itu raja Daud menyuruh mengambil dia dari rumah Makhir bin Amiel, dari Lodebar

Sejarah Alkitab mencatat Saul benci kepada Daud karena apa yang dilakukan Daud melampaui Saul sehingga ia kepahitan. Berulang kali ia ingin membunuh Daud. Daud punya kesempatan untuk membalas namun ia hanya memotong jubah Saul dan ia tidak mau menjamah orang yang pernah diurapi Tuhan. Kebencian tidak meninggalkan Saul.

Mefiboset adalah cucu Saul dari Yonatan. Ia tinggal di Makhir: yang artinya tandus/ kering. Mefiboset pincang dan tinggal di rumah yang tidak ada sukacita; keadaan yang tidak dia harapkan. Daud memerintahkan agar ia dibawa keluar.

  1. Segala keduniaan milik keluarga Saul yang pernah dikuasai oleh Daud dikembalikan
  2. Mefiboset diberi kebebasan, apa yang Raja nikmati itu yang ia nikmati; sehingga ia merasa damai sejahtera

Yesaya 32: 17) Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

Banyak orang percaya kelihatannya hidupnya menjanjikan, semua ada. Uang tidak bisa memberi damai sejahtera. Dimana ada Firman di situ ada damai sejahtera. Kalau ada Firman dalam hidup dan hati kita.

Yosua 1; (8) Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung

Hosea 4: 6a) Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah;

Umatku binasa karena tidak berpengetahuan akan Firman, karena Firman adalah kekuatan dalam hidup kita.

Roma 1: 16) Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.

Mefiboset bukan hanya menderita kakinya tetapi tinggal dalam tempat yang tidak ada damai. Dimana ada kebenaran

  1. Tumbuh damai sejahtera
  2. Ketenangan
  3. Ketentraman

Waktu Elimelekh (suami Naomi) pindah dari Betlehem (rumah roti, kelimpahan) pindah ke Moab (rumah gersang), ia kehilangan nyawanya dan anak anaknya.(Rut 1).

Yesaya 32: 18) Bangsaku akan diam di tempat yang damai, di tempat tinggal yang tenteram di tempat peristirahatan yang aman

Orang yang suka Firman akan keluar dari kekeringan rohani, tenang, damai, tidak bimbang dan tentram.

Roma 14:17) Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. (18) Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia

Mefiboset puluhan tahun tinggal di rumah Makhir di Lodebar, akhirnya kita keluar. Mari kita kekeringan dan ketandusan dan hidup dalam damai sejahtera, ketenangan dan ketentraman oleh Firman
 

Tinggalkan komentar »

Kesepakatan untuk Terima Janji Tuhan

Pdt Welfa Silom

Amos 3: (3) Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji

(Amos adalah seorang Nabi dengan arti nama terbeban dengan umat Tuhan)

Kedua belah pihak yang ada kesepakatan yang dimaksud dalam ayat ini adalah antara umat Tuhan dan Allah sendiri

Amos 3: (1) Dengarlah firman ini, yang diucapkan TUHAN tentang kamu, hai orang Israel, tentang segenap kaum yang telah Kutuntun keluar dari tanah Mesir, bunyinya: (2) “Hanya kamu yang Kukenal dari segala kaum di muka bumi, sebab itu Aku akan menghukum kamu karena segala kesalahanmu. 

Allah mengatakan bahwa umat pilihan pernah mendapat keistimewaan dari Tuhan; namun ternyata tidak ada jaminan bahwa umat yang pernah dipilih otomatis mendapat janji Tuhan. Allah membebaskan Israel dari Mesir dengan mengirimkan 10 tulah untuk Mesir.  Ketika keluar dari Mesir, Allah menjanjikan tanah Kanaan. Janji Tuhan tidak selamanya langsung diterima.

Ternyata harus ada kesepakatan dengan Tuhan, untuk berjalan bersama dengan Tuhan. Kadang umat melupakan kesepakatan dengan Tuhan dan menyimpang.  Jangan sampai janji Tuhan tidak kita rasakan karena kita mengabaikan kesepakatan untuk berjalan bersama Tuhan

Pengkhotbah 4: 9) Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka

Selalu libatkan Tuhan dalam kehidupan, berjalan bersama Tuhan, Ia tidak akan tinggalkan.

Matius 18: 19) Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga

1 Korintus 1: 9) Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.

2 Korintus 13:  13) Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian

Allah memanggil kita dan ia bertanggung jawab untuk menyertai kita. Tetap setia bersepakat berjalan dengan Tuhan.
1 Yohanes 1: 3) Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus. 6) Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran. (7) Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa

Maukan kita bersepakat dengan Tuhan?

Tinggalkan komentar »

Iman yang Diterima Tuhan

Ibadah Tahun Baru

Pdt Hesky Rorong

Ibrani 11: (1) Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat

Ibrani 11 menunjukkan satu satunya jenis iman yang dapat diterima Tuhan; yaitu iman yang menang dalam segala situasi. Iman adalah kepercayaan yang teguh akan kesetiaan Allah.

Bagaimana kita dapat memiliki iman yang berkenan kepada Tuhan?

1. Membaca, mendengar, membicarakan Firman dan hal hal yang rohani

Roma 10: 17) Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus

Ibrani 11: 3) Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat

2. Mempersembahkan yang terbaik

Ibrani 11: 4) Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati

3. Memandang hal yang kekal

2 Korintus 4: 2 Korintus 4: 18) Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

4. Percaya walaupun tidak melihat dan tidak mengetahui maksud Tuhan

Ibrani 11: 7) Karena iman, maka Nuh dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya 8) Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui

2 Korintus 5: 7) sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat

Mari melangkah di 2017 dengan Iman yang dikehendaki oleh Tuhan untuk menerobos hal hal yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya.

Tuhan Yesus memberkati.

Tinggalkan komentar »

Akhir Pertandingan Untuk Dapatkan Mahkota Kebenaran

Ibadah Akhir Tahun 2016

Pdt Hesky Rorong

GPdI Bethesda

2 Timotius 4: 7) Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. (8) Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya

Mengakhiri tahun ini tentunya kita melakukan evaluasi. Apakah kita puas sudah melakukan kebenaran? Bagaimana pengiringan kita kepada Tuhan?

Paulus membawa kita pada proses yang dialami olahragawan. 

Mengakhiri pertandingan yang baik

Waktu kita mengawali, kita tidak tahu apa yang akan dihadapi. Namun ketika kita menutup tahun, apakah bisa kita menghitung kebaikan Tuhan. Kita seperti sudah menghadapi pertandingan di sepanjang 2016. Apakah memang sudah merupakan pertandingan yang baik? Tuhan sudah memberikan kesempatan 365 hari. Apakah kita sudah banyak menang atau kalah? Paulus tidak hanya mengakhiri pertandingan, namun berusaha untuk memberikan yang terbaik.

Yakobus 4: 17) Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

1 Korintus 9: 24) Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya! (25) Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi (26) Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul  (27) Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

Kita berada dalam arena pertandingan, dan untuk menang kita harus menguasai diri dalam segala hal. Tutur kata, perilaku, harus kita kuasai. Tujuan pertandingan kita jelas, mahkota yang abadi. Paulus memberikan teladan bahwa ia pun melatih tubuhnya dan menguasai seluruhnya.

Filipi 3: (12) Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. (13) Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, (14) dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus

Jangan kita puas dengan kerohanian di 2016; kerohanian kesetiaan kita harus terus bertumbuh.

Aku telah mencapai garis akhir dan memelihara iman

Untuk bisa sampai garis akhir harus ikut aturan. Paulus begitu mengimani bahwa ia sudah mencapai garis akhir karena apa yang dilakukan sudah yang terbaik. 

Mahkota Kebenaran dari Tuhan

Kita mau mendapatkan kemenangan kehormatan dari dunia saja kita upayakan secara maksimal. Terlebih lagi untuk mendapatkan kemenangan kehormatan dari Tuhan. Supaya kita dihormati Tuhan, cari Tuhan, Ia memberikan 365 hari kesempatan.

Tuhan menjamin orang yang mengikuti aturan Firman. 

Kolose 1: 3) Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu, (4) karena kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, (5) oleh karena pengharapan, yang disediakan bagi kamu di sorga. Tentang pengharapan itu telah lebih dahulu kamu dengar dalam firman kebenaran, yaitu Injil

Mari kita lebih setia di 2017.

Tinggalkan komentar »

Orang Benar

Ibadah Natal 2016

Pdt Noce Rumengan

Mazmur 92: 13) Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; 14) mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita 15) Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar, 16) untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.

Orang Benar adalah orang yang hidup berkenan, mengasihi Tuhan tanpa batasan waktu. Kita dituntut Tuhan menjadi orang benar. Kalau hidup mau diberkati Tuhan, jadi orang benar. 

Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, dengan akar yang kuat. 

Tuhan tidak pernah melihat latar belakang kita asal kita mengasihi Tuhan dengan sungguh sungguh, Tuhan menjadikannya orang benar.

Orang yang ditanam di bait Tuhan 

Tinggalkan komentar »