Catatan Khotbah bundajo

Pelita

Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku
(Mazmur 119:105)
Iklan
Tinggalkan komentar »

Pemulihan Sempurna Tuhan

Pdt Refli Pontoh

GPDI Bethesda

Mazmur 60:

3) Ya Allah, Engkau telah membuang kami, menembus pertahanan kami;

Engkau telah murka; pulihkanlah kami!

4) Engkau telah menggoncangkan bumi dan membelahnya;

perbaikilah retak-retaknya, sebab bumi telah goyang.

5) Engkau telah membuat umat-Mu mengalami penderitaan yang berat,

Engkau telah memberi kami minum anggur yang memusingkan.

Mazmur ini adalah doa Daud untuk pemulihan. Daud mengungkapkan bahwa Tuhan sudah membuang umatNya, menembus pertahanan mereka. Penderitaan yang dialami ini terjadi dalam masa pemerintahan Saul yang tidak berkenan.

Bukankah keadaan ini pernah kita alami sebagai anak Tuhan dan kita butuh pemulihan.

Pemulihan (restorasi) ada yang rusak/ hancur, diperbaiki / dibentuk kembali, dikembalikan ke posisi semula/ sebenarnya.

Lawatan Tuhan kita butuhkan agar dapat terjadi pemulihan yang sempurna. Kita perlu Tuhan

Yesaya 60: (1) Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. (2) Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu

Bagian kita adalah merendahkan diri, berdoa, mencari wajah Tuhan, dan berbalik dari jalan yang jahat.

2 Tawarikh 7: 13) Bilamana Aku menutup langit, sehingga tidak ada hujan, dan bilamana Aku menyuruh belalang memakan habis hasil bumi, dan bilamana Aku melepaskan penyakit sampar di antara umat-Ku, (14) dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.

Bila Tuhan turun tangan, kita akan mengalami pemulihan.

Tinggalkan komentar »

Menyerukan Hikmat

GPdI Bethesda

Pdt Hesky Rorong

Amsal 1: 20) Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya, (21) di atas tembok-tembok ia berseru-seru, di depan pintu-pintu gerbang kota ia mengucapkan kata-katanya. (22) “Berapa lama lagi, hai orang yang tak berpengalaman, kamu masih cinta kepada keadaanmu itu, pencemooh masih gemar kepada cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan

Perkataan ini disampaikan oleh Raja Salomo, orang yang dikenal penuh hikmat Tuhan.

Hikmat adalah menggunakan pengetahuan yang benar. Pengetahuan yang benar harus diserukan. Kita sebagai orang yang sudah ditebus Darah Tuhan, menyerukan hal hal yang benar.

Amsal 8: (1) Bukankah hikmat berseru-seru, dan kepandaian memperdengarkan suaranya?

Dalam Perjanjian Baru, hikmat = cerdik

(Matius 16:(16) “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.)

Siapa lagi yang menyerukan kebenaran kalau bukan kita? Jangan serukan yang tdak benar.

2 Korintus 2: 14) Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana (15) Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa

Kita semua adalah anak Tuhan yang berbau harum. Untuk mempertahankan predikat ini tidak mudah, dan kita butuh kuasa Roh Kudus.

2 Korintus 3: 2) Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang

Kebalikan dari hikmat adalah kebodohan

Amsal 1: 22) “Berapa lama lagi, hai orang yang tak berpengalaman, kamu masih cinta kepada keadaanmu itu, pencemooh masih gemar kepada cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan?

Supaya keluar dari kebodohan, ini solusinya- kembali pada teguran, mau dikoreksi oleh kebenaran hati Tuhan.

Amsal 1: 23) Berpalinglah kamu kepada teguranku! Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu dan memberitahukan perkataanku kepadamu.

Mari mengendalikan hidup kita dengan kebenaran.

Efesus 4: (17) Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia 18) dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. (19) Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran. (20) Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. (21) Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, (22) yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, (23) supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, (24) dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.

Tinggalkan komentar »

Perbudakan

Pdt Hesky Rorong

Kejadian 3: (1) Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan

Banyak cara kuasa kegelapan untuk menjebak manusia dalam perbudakan iblis.

Daud pernah terjebak dalam dosa kelicikan ketika ia mengambil Betsyeba dari Uria (2 Samuel 11)

Allah menciptakan binatang, termasuk ular, dan membawanya kepada manusia. Artinya kendali terhadap binatang telah Tuhan berikan kepada manusia.

Kejadian 2: 19) Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu.

Allah menetapkan pribadiNya ketika Ia menciptakan manusia

Kejadian 1: 26) Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” (27) Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka

Sebaliknya, perempuan itu malah lebih mempercayai ular sehingga bisa diperdaya.

Kejadian 3: (13) Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.”

Ketika pikiran kita diselewengkan dari kebenaran bukankah kita artinya sudah diperdaya. Ular melambangkan iblis (Wahyu 12:9). Kalau kita lemah, maka kita akan diperdaya Iblis.

Perbudakan dosa menghalangi kedekatan kita dengan Allah.

Yesaya 59: (1) Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; (2) tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

Saat ini apabila kita dalam pergumulan dan menang, pertahankan iman itu, jangan kendor semangat mengasihi Tuhan.

Yesaya 1: 18) Marilah, baiklah kita berperkara! firman TUHAN Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba

Tinggalkan komentar »

Menyenangkan Tuhan

Pdt Hesky Rorong

Kolose 1: 9) Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, 10) sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,

Paulus sangat terbeban kepada jemaat Kolose, supaya mereka tidak hanya mengenal Tuhan tetapi pengertiannya bertambah sampai dapat mengerti kehendak Tuhan yang sempurna dan menyenangkan Tuhan.

Hidup benar

Berkat Allah akan mengalir apabila kita hidup dalam kebenaran.

Kejadian 6; (9) Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.

Apakah bisa kita hidup benar di zaman yang jahat ini? Nuh bisa hidup benar namun karena ia bergaul dengan Allah.

Mari berusaha mengerti kehendak Allah.

Efesus 5: (16) dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. (17) Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan

Kejadian 6: 15) Beginilah engkau harus membuat bahtera itu: tiga ratus hasta panjangnya, lima puluh hasta lebarnya dan tiga puluh hasta tingginya. 16) Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas

300: angka kesetiaan

50: angka Pentakosta

30: angka

Kejadian 6: (22) Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.

Pergi dan berbuah

Yohanes 15: 16) Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

Buah adalah tanda bahwa pohon bertumbuh dengan benar. Pohon didalam Alkitab adalah kita orang percaya.

Bertumbuh dalam pengenalan benar

Tinggalkan komentar »

Domba Kelu

Pdt Misael

Yesaya 53: 7,10-12

7) Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya

10) Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya. (11) Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul. (12) Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak.

Ayat-ayat ini merupakan nubuatan atas Yesus sebagai domba yang kelu, Kelu = membisu, sengaja tidak bicara.

Metode Allah

Allah punya cara dan kehendak terhadap Sang Domba (Yesus). Yesus diremukkan dengan kesakitan, disakiti badan, disusah jiwanya, ditekan rohani, direndahkan sosialnya

Strategi diri

Yesus berdiam diri untuk memenuhi kehendak BapaNya. I tidak membela diri, tidaj membela diri dan menguasai diri.

Dampak ke-kelu-an

Dalam kekeluan Yesus, Ia melihat terang dan menjdi puas sebagai orang benar, berhijmat dan membenarkan banyak orang.

Filipi 2: 9) Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, (10) supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, (11) dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Reward

Hadiah Yesus, mendapat orang orang besar dan kuat yang bertobat. Orang besar artinya orang orang yang melayani; orang kuat yang bisa menanggung kelemahan orang lain.

Keabadian

Yesus menyerahkan diriNya sebagai korban, penebusan salah. Ia melihat keturunan (gereja) sebagai kesempurnaan yang menjadi kehendak Bapa.

Tinggalkan komentar »

Kesatuan yang Dinamis

Pdt Hesky Rorong

1 Korintus 12: 12) Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus

Efesus 1: (22) Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.

Filipi 2: 2-8
2) karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, (3) dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; (4) dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. (5) Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, (6) yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, (7) melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. (8) Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib

Mazmur 133: 1) Nyanyian ziarah Daud.
Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya,
apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!

Efesus 2: 14) Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, (15) sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, (16) dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.

1 Korintus 12: 13) Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh. (14) Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota.

Galatia 3: 28) Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus

Memelihara kesatuan harus diusahakan. Ada hal-hal yang harus dikikis untuk menyatukan, supaya lahir damai sejahtera.

Efesus 4: (3) Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: (4) satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, (5) satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, (6) satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua

Tinggalkan komentar »

Hidup Takut Akan Tuhan

Pdt Hesky Rorong

1 Petrus 1; (17) Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini.

Petrus menulis kitab ini melalui juru tulisnya Silas (Silvanus). Surat ini dialamatkan untuk jemaat di Asia kecil di bawah kekaisaran Romawi.

Petrus mengatakan bahwa setiap orang percaya harus hidup dalam ketakutan, yaitu takut akan Allah dan setiap FirmanNya, selama Tuhan memberi kesempatan hidup di dunia ini.

Bagaimana untuk memposisikan diri hidup takut akan Tuhan?

1) Punya kesiapan

1 Petrus 1: (13) Sebab itu siapkanlah akal budimu, waspadalah dan letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan
kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus.

Persiapan akal budi: mana yang benar, mana yang sesuai dengan Firman; dan selalu waspada dan berpengharapan.

2) Taat dan tidak menuruti hawa nafsu.

1 Petrus 1: (14) Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu, kebodohan artinya sebelum kenal Tuhan.

Yehezkiel 11: 19) Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat, (20) supaya mereka hidup menurut segala ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku dengan setia; maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka

Hati yang keras seperti batu sehingga tidak terjadi pertumbuhan.

Markus 4: (5) Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis
Markus 4: (16) Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, (17) tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad

3. Menjadi kudus

Ketika hati kita keras, kita tidak akan menjadi kudus. Tuhan akan memberi hati yang baru supaya kita hidup

1 Petrus 1: 15) tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, (16) sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Tinggalkan komentar »

Peperangan Rohani

Yeremia 17: (5) Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! (7) Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN

Yeremia adalah Nabi bagi bangsa Yehuda, Israel yang dikhususkan dan diangkat menjadi bangsa pilihanNya.

Dalam sejarah, setelah Nuh, bangsa bangsa tidak menyembah Allah, bahkan sampai ke jaman Abraham. Karena Abraham menaati Tuhan maka Tuhan memakai keturunannya untuk saluran kedatangan Yesus. Allah mengkhususkan Israel karena ketaatan Abraham. Kita menjadi pilihan Allah karena Yesus. Dalam perjalanan waktu, Israel mengalami kegagalan mempertahankan ketaatan dan iman kepada Tuhan. Kalau kita bisa gagal, kita gereja juga bisa gagal. Karena itu Paulus mengatakan:

1 Korintus 10: 11) Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba. (12) Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!

Yeremia mengungkap kegagalan Israel karena mengandalkan kekuatan sendiri.

Ketujuh jemaat di Asia kecil seluruhnya mendapat peringatan yang sama: barangsiapa menang, artinya gereja menghadapi peperangan rohani

Siapa lawan kita?

1. Iblis yang cerdas dan cerdik

Efesus 6: 11) Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis

Ketika malaikat memberontak dibuang Allah menjadi iblis, namun kecerdasan mereka tidak dicabut.

Bukti:
Lukas 4: 13) Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.

Ini menunjukkan kecerdasan dan kecerdikan iblis. Makanya Paulus mengatakan tipu muslihat iblis yang berbahaya.

Matius 16: (21) Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga. (22) Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau." (23) Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."

Allah Maha Kuasa, tetapi tidak bisa sembarangan menyatakan kuasaNya, karena ada Hukum di kerajaanNya. Kalau tidak ada hukum, malaikat memberontak tidak akan dihukum. Hukum Allah menyelamatkan manusia harus ada korban.

Karena itu Yesus menyampaikan rencananya ke Yerusalem untuk dibunuh. Iblis menyusup di tengah para rasul yakni melalui Petrus, kalau Rasul saja tidak bisa mendeteksi apalagi kita.

Yohanes 13: 1) Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya. (2) Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia

2. Kehendak bebas

Kejaduan 2: 15) TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. (16) Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, (17) tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

Allah meletakkan hukumNya di Taman Eden. Tuhan memberikan kehendak bebas kepada manusia dan Allah tidak ikut campur dalam kehendak bebas. Allah ikut campur memberikan petunjuk, peringatan, pertolongan namun manusia harus mengendalikan sendiri kehendak bebasnya.

Dua lawan ini tidak gampang dikalahkan. Bisa atau tidak Allah menyelamatkan tanpa peperangan rohani?

Apabila Yesus kembali kedua kali, Ia akan membawa ke kerajaan seribu tahun. Sebelum gereja dibawa ke langit dan bumi yang baru (psl 21) Allah membawa umatNya dalam peperangan.

Wahyu 20: (7) Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya, (8) dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut. (9) Maka naiklah mereka ke seluruh dataran bumi, lalu mengepung perkemahan tentara orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka, (10) dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.

Seorang atlit yang mendapat medali tanpa bertanding apakah suatu hal yang adil? Allah membawa gereja dalam peperangan dahulu, baru ke langit dan bumi yang baru. Allah Maha Kuasa tetapi Allah tidak mau mengabaikan nilai nilai dalam pertandingan rohani. Makanya Adam Hawa menghadapi peperangan rohani, kita sehari hari menghadapi peperangan rohani, hingga nanti di kerajaan seribu tahun.

Tidak ada mahkota tanpa perjuangan.

Amin

Tinggalkan komentar »

Penggenapan Rencana Tuhan

Amos 7: 1) Inilah yang diperlihatkan Tuhan ALLAH kepadaku: Tampak Ia membentuk kawanan belalang, pada waktu rumput akhir mulai tumbuh, yaitu rumput akhir sesudah yang dipotong bagi raja. (2) Ketika belalang mulai menghabisi tumbuh-tumbuhan di tanah, berkatalah aku: "Tuhan ALLAH, berikanlah kiranya pengampunan! Bagaimanakah Yakub dapat bertahan? Bukankah ia kecil?" (3) Maka menyesallah TUHAN karena hal itu. "Itu tidak akan terjadi," firman TUHAN.

Setelah Salomo mati, Israel terpecah menjadi dua kerajaan, namun Allah tetap mengutus nabi nabiNya untuk menuntun mereka, termasuk Amos yang diutus kepada 10 suku.

Amos memiliki penglihatan. Ketika seseorang mendapatkn penglihatan maka ia kehilangan dimensi waktu, ruang. Penglihatan bukan hanya satu satunya cara Tuhan menyatakan pesannya. Allah memiliki berbagai cara bervariasi untuk bekerja dalam hidup manusia karena Allah senang variasi. Buktinya, ciptaanNya sangat bervariasi. Bukankah setiap masalah kita bervariasi dan cara Tuhan menolong kita juga berbeda?

Amos, dalam penglihatannya melihat belalang akan menghabisi persediaan Israel karena itu ia berdoa. Allah mendengar doanya dan membatalkan rencanaNya.

Ada rencana Allah yang bisa dibatalkan, namun ada yang tidak bisa dibatalkan.

Wahyu 5:(1) Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai

Wahyu mencatat bagaimana kedatangan Tuhan. Yohanes melihat gulungan kitab yang bermaterai. Ketika terbuka, itulah yang tercatat dalam Wahyu 6-22. Mengapa harus bermeterai? Apa artinya?

Dalam kisah Ester, kita dapat mempelajari apa arti materai.

Ester 3: (12) Maka dalam bulan yang pertama pada hari yang ketiga belas dipanggillah para panitera raja, lalu, sesuai dengan segala yang diperintahkan Haman, ditulislah surat kepada wakil-wakil raja, kepada setiap bupati yang menguasai daerah dan kepada setiap pembesar bangsa, yakni kepada tiap-tiap daerah menurut tulisannya dan kepada tiap-tiap bangsa menurut bahasanya; surat itu ditulis atas nama raja Ahasyweros dan dimeterai dengan cincin meterai raja

Rencana jahat Haman, disetujui oleh Raja, dengan arti tidak bisa dibatalkan. Ester, menghadap Raja memohon agar perintah membunuh orang Yahudi dibatalkan. Karena tidak bisa, maka Raja menyuruh Ester membuat surat bermaterai yang disetujui Raja bahwa orang Yahudi boleh mempertahankan hidupnya. (Ester 8:8, 10)

Dengan pemahaman mengenai gulungan kitab bermaterai, kita tahu bahwa kedatangan Tuhan Yesus yang kedua tidak dapat dibatalkan. Rencana Tuhan yang disebutkan dalam Wahyu 6-22 pasti terjadi, walaupun seluruh orang di dunia sudah bertobat. Sama halnya seperti neraka yang tidak bisa dibatalkan.

Kapan hal itu akan terjadi? Yesus sudah menjelaskan pada murid muridnya.

Matius 24: (3) Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?" (4) Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! (5) Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. (6) Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. (7) Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat

Sebagaimana halnya Tuhan menolong Sadrakh, Mesakh Abednego melewati dapur api maka Allah akan menolong kita melalui masa masa penggenapan rencana kedatangan Tuhan.

Amin.

Tinggalkan komentar »

Rahasia Kemenangan

Pdt Hesky Rorong

Kejadian 39: 2) Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.

Yusuf adalah pribadi yang memiliki hubungan dekat dengan Tuhan, sehingga Alkitab tidak mencatat Yusuf mengeluh mengalami proses dalam kegagalan ketika ia dibenci saudara saudaranya, dijual dan tiba di Mesir, negeri yang asing.

Apa yang harusnya dilakukan dalam menghadapi

1) Mengoreksi diri
Yesaya 59: (1) Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; (2) tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu

Kalau mau hidup berkemenangan maka kita harus membuka diri untuk dikoreksi.

2) Tidak putus asa
Ada dua hal dalam ketidakputusasaan; sabar dan tetap berusaha

3) Bersyukur
Orang yang memiliki hubungan intin dengan Tuhan punya kemampuan bersyukur bahkan dalam kesusahan.
1 Tesalonika 5: 18) Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu

Tinggalkan komentar »